Langsung ke konten utama

Siswa Dikenalkan Permainan Tradisional


suaramerdeka.com
ANAK-anak zaman sekarang, tidak banyak yang mengenal permainan tradisional yang pada waktu dulu cukup populer dan digemari. Beberapa permainan tradisional itu antara lain sumpringan, sundamanda, bekelan, dakon, lowok gelang karet, dir-diran, sledhur, bal-balan dir, balapan ban bekas atau bandol cross dan lain sebagainya.Untuk mengenalkan permainan tradisional tersebut kepada generasi muda sekarang, khususnya peserta didik, kemarin, SMP 5 Purwokerto menggelar sejumlah permainan tradisional itu di lapangan olahraga. Menurut kepala sekolah, Ibnu Tavip Martapa, selain mengisi waktu luang sehabis Ujian Akhir Sekolah (UAS), kegiatan ini untuk mengenalkan ragam permainan tempo dulu yang telah tergusur oleh teknologi.
Bagi peserta didik, banyak yang belum pernah bermain permainan seperti itu, terutama sledhur, lowok gelang, bekelan, bal-balan dir dan balapan ban bekas. Dengan mengikuti beragam permainan tradisional, diharapkan siswa bertambah wawasan tentang permainan yang dulu sangat digemari anakanak.
Dalam permainan ini banyak unsur pendidikannya, seperti mengajak mereka untuk sabar mengantre, tenggang rasa, serta kebersamaan. Selain itu mereka juga dituntut terampil, serta bisa mengatur strategi. Diharapkan mereka kelak bisa menjadi manusia yang peduli sesama dan siap terjun ke masyarakat yang sesungguhnya. Salah satu siswi, Wiwi Susanti mengaku, baru mengetahui bila terdapat banyak permainan tradisional.
Bahkan awalnya ia bingung untuk ikut bermain, namun setelah mendapatkan arahan dari guru tentang tata cara bermain, ternyata mengasyikan. Misalnya lowok gelang karet yang dapat melatih keterampilan dan ketepatan untuk bisa memasukkan karet ke bidang sasaran yang dituju, sama seperti bekelan.
”Harus bisa membagi pikiran, antara tangan satu bertugas menangkap bola dan tangan lainnya mengambil bidak yang tersedia,” ungkapnya. Kemudian saat permainan bal-balan dir (kelereng), ternyata permainan ini banyak digemari siswa, sebab selain harus terampil dan bisa memperkirakan kekuatan untuk memukul kelereng dengan jari agar bisa masuk ke gawang.
Permainannya sangat sederhana, yakni menggunakan papan berukuran 20×30 cm yang dipasangi sebanyak 22 paku sebagai pemainnya dan dibatasi dengan pagar karet gelang. Permainan ini mirip seperti permainan karambol, siapa yang paling banyak bisa memasukkan dir/kelereng ke gawang lawan dinyatakan sebagai pemenang.
Adapun permainan yang dimainkan terakhir adalah balapan roda bekas atau bandol cross. Dalam permainan ini peserta harus bisa menggiring ban bekas tersebut menempuh jalur yang telah disediakan dengan berbagai rintangan, seperti penghalang dari kayu, tanjakan/cross dan berkeliling lapangan.
Permainan ini menarik karena banyak anak yang terjatuh, ban menggelinding tak terarah, dan harus banyak mengeluarkan tenaga. Untuk menjaga keselamatan, mereka diharuskan mengenakan helm, serta berkacamata hitam agar menambah daya tarik penonton.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…