Langsung ke konten utama

Pembangunan Taman Edukasi Kranji Berlanjut


Dialokasikan Anggaran Rp 1 Miliar


suaramerdeka.com
Tahun depan, pembangunan Taman Edukasi Sumber Daya Air Kranji akan dilanjutkan. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1 miliar.

Menurut Kepala Dinas SDABM Banyumas Irawadi, kelanjutan pembangunan Taman Edukasi Sumber Daya Air (Tesda) Kranji menurut rencana akan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama menurutnya, akan menyiapkan bangunan inti dari taman tersebut. “Tahun ini, terkait pembangunan taman (Tesda) hanya untuk mematangkan lahan,” jelasnya, Selasa (13/12). Ia mengatakan, taman tersebut dibangun di atas tanah milik Pemkab Banyumas, dan Pemprov Jawa Tengah.

Penggunaan lahan milik Pemprov Jawa Tengah, lanjutnya dilakukan dengan cara meminjam lahan. Dengan telah siapnya lahan tersebut, taman tersebut memiliki luas lebih kurang satu hektare. “Taman itu menjadi salah satu contoh kerjasama pengelolaan sungai leh pemkab, pemprov, dan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Dikatakan, taman yang berada di Sungai Kranji itu, juga dapat menjadi wahana edukasi serta rekreasi bagi masyarakat. Bukan itu saja, keberadaan taman itu juga menjadi sebuah upaya pemerintah untuk mengajak masyarakat di sekitar sungai, untuk ikut menjaga kebersihan sungai.

Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah, Eddy Wahono mengatakan, keberadaan taman edukasi itu sangat penting sebagai salah satu contoh pengelolaan sumber daya air. Dengan demikian, menurutnya, diharapkan masyarakat dapat bersama-sama mejaga sungai dengan baik. “Dalam hal ini, masyarakat tidak lagi membuang sampah di sungai,” ujarnya.

Ekosistem

Dikatakan, dalam beberapa hal yang ditemukan di sungai terutama wilayah perkotaan, sungai masih kerap menjadi lokasi pembuangan sampah. Hal itu, kata dia, sangat membahayakan ekosistem, sebab selain bisa menyebabkan banjir, juga bisa mencemari lingkungan. Sebelumnya, Pemkab Banyumas melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas berencana membangun TESDA Kranji, yang direncanakan sejak beberapa tahun lalu.

Pelaksanaan pembangunan taman itu, menurut Kabid Sungai dan Air Baku Dinas SDABM Banyumas Achmad Setiawan sebelumnya sudah didahului dengan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerjasama dengan Pemprov Jawa Tengah, dan Pemerintah Pusat. Hal itu terutama berkaitan dengan penanganan beberapa hal di Sungai Kranji yang akan menajdi lokasi taman.

Namun demikian, pelaksanaan pembangunan itu tersendat, karena pembangunan taman, memerlukan tanah milik Pemprov Jawa Tengah yang ada di lokasi tersebut. Berkaitan dengan hal itu, Pemprov Jawa Tengah meminta Pemkab Banyumas memberikan pengganti atas lahan yang akan digunakan untuk membangun taman itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…