Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Selasa, 20 Desember 2016

Lima Sekolah di Banyumas Terima Penghargaan Adiwiyata Nasional

suaramerdeka.com
 Lima sekolah di Banyumas menerima penghargaan sekolah Adiwiyata Nasional 2016 dari Kementerian Lingkungan Hidup, pekan lalu. Lima sekolah tersebut adalah SMP1 Pekuncen, SMP 1 Rawalo, SMP 1 Baturaden, dan SMA1 Sokaraja.
Kepala SMP 1 Pekuncen, Ngatminah menyatakan, pascamenerima penghargaan tersebut, pihaknya berkomitmen meneruskan gerakan lingkungan tersebut. Ke depan seluruh elemen sekolah terus bersinergi untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata Mandiri yang menginspirasi sekolah lain. “Di sekolah ini guru, siswa dan karyawan bersinergi mengelola lingkungan sekolah sekolah.
Setiap hari setiap siswa turut serta dalam kegiatan pungut sampah, merawat pot tanaman sendiri, penilaian kebersihan setiap hari hingga menyetorkan sampah plastik ke bank sampah sekolah,” katanya, kemarin. Dijelaskan Ngatminah, kegiatan pengelolaan lingkungan itu dilaksanakan tanpa memotong waktu belajar mengajar di sekolah. Kegiatan ini telah berlangsung selama setahun lebih.
Sebelumnya sekolah ini juga pernah turut serta dalam lomba sekolah sehat. “Kami tekankan mengurangi produksi sampah hingga memilah serta memanfaatkan sampah menjadi komitmen. Bahkan untuk mendorong konsumsi jajanan yang sehat dan mengurangi produksi sampah plastik, setiap anak juga wajib membawa gelas dan piring sendiri saat membeli jajan,” katanya.
Produksi KomposDari sampah organik yang mereka kumpulkan, siswa SMP 1 Pekuncen berhasil memproduksi kompos melalui mesin komposter yang diberikan BLH Banyumas. Sementara sampah yang bisa didaur ulang kita manfaatkan untuk berbagai macam benda yang bernilai ekonomi dan nilai guna seperti pot, dan berbagai kerajinan tangan lainnya,” tuturnya.
Tak hanya di kompleks sekolah, gerakan peduli lingkungan inipun didorong sekolah kepada para siswa. Pemantauan jentik nyamuk sebagai bagian dari Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) juga dilaksanakan oleh siswa setiap minggu.
Di hutan sekolah, juga dipasang alat penangkap nyamuk sederhana yang terbuat dari torong kaca lampu teplok. “Hari Minggu kami pengamatan di lingkungan rumah selanjutnya Senin kami laporkan kegiatan PSN dan pemantauan jentik itu ke Bapak/Ibu Guru.
Selain itu setiap semester juga turut berlomba dalam kegiatan kebersihan, lukis tong sampah dan membuat kerajinan tangan dari barang bekas,” kata Ayu Kusumaningrum, siswa Kelas VIII F.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar