Langsung ke konten utama

Gerakkan Ekonomi Rakyat dengan Gula Semut

 suaramerdeka.com
KEPRIHATINAN terhadap nasib petani gula kelapa di Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, yang terjebak sistem ijon dengan tengkulak, serta tidak adanya jaminan asuransi mengetuk hati Ahmad Sobirin untuk mudik membangun gerakan ekonomi rakyat dalam rangka kemandirian para petani gula.
Pria lulusan S-1 Teknik Mesin di salah satu universitas Yogyakarta itu, sekitar satu tahun bekerja di PT Krakatau Steel (Persero) bagian produksi. Saat pulang kampung, dia kerap mendengar keluh kesah petani gula kelapa, terutama tentang masalah harga.
Gula kelapa kerap dihargai rendah oleh tengkulak karena menggunakan sistem ijon. Model jual beli antara petani gula dengan tengkulak dengan cara memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga, kemudian gula yang dihasilkan masuk ke tengkulak. Sistem ini telah berlangsung bertahun-tahun hingga petani gula tidak mampu keluar dari lingkaran tersebut.
Belum lagi tentang kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan petani penderes meninggal dunia. Mereka tidak mendapat perlindungan jaminan asuransi kecelakaan kerja. “Ini yang membuat saya keluar dari pekerjaan dan tergerak untuk andil melakukan pemberdayaan kepada para petani gula agar dapat mandiri,” katanya.
Dia kemudian, belajar tentang memproduksi gula kelapa serbuk atau biasa disebut gula semut, pola pembinaannya serta bagaimana memanajemen kelembagaan kelompok melalui internet. Setelah menguasai materi, dia mengumpulkan sekitar 20 petani gula kelapa untuk memberikan pemahanan dari mengajak mereka beralih memproduksi dari gula kelapa cetak menjadi gula semut.
Dua hal yang ditekankan kepada petani, yaitu harga gula semut lebih tinggi dari gula cetak dan peluang pemasarannya luas, yakni ke mancanegara. Selama proses pembentukan kelompok, para petani mendapat pendampingan dari dinas terkait. Kelompok gula kelapa itu bernama Manggar Jaya.
“Namun banyak petani gula acuh tak acuh dengan pembentukan kelompok ini, bahkan sebagian mereka mencemooh. Inilah tantangan kami, karena petani tidak butuh konsep dan teori tapi bukti,” ujar Ketua Kelompok Manggar Jaya itu.
Tantangan ini menjadi motivasi untuk memberdayakan para petani gula. Dari keuletan dan ketekunan mengawal para petani gula, lambat laun membuahkan hasil. Para petani dapat menghasilkan produk gula semut. Saat ini, hasil produksi gula kelapa dalam sebulan mencapai 6-8 ton, sedangkan jumlah anggotanya 100 petani.
Harga gula semut di tingkat petani saat ini berkisar Rp 17.000 per kilogram atau lebih tinggi Rp 5.000 per kilogram dari gula kelapa cetak. Hasil produksi itu 98 persen dipasarkan ke mancanegara, seperti negara-negara Eropa, India dan Amerika Serikat melalui pengekspor, sedangkan 2 persen dipasarkan di ritel.
Dari hasil penjualan gula, dipotong Rp 100 per kilogram untuk kelompok. Uang tersebut sebagai dana sosial yang dimanfaatkan untuk membayar iuran program jaminan kecelakaan kerja dan kematian di BPJS Ketenagakerjaan, serta membantu anggota kelompok yang sedang sakit. Kemudian, bagi petani yang mendatfar menjadi anggota baru dikenakan biaya Rp 50 ribu. Uang tersebut untuk kas simpan pinjam yang dapat dimanfaatkan seluruh anggota.
“Sekarang usaha kelompok sudah berjalan lancar. Bahkan, masing-masing petani gula dapat mengakses permodalan di perbankan,” ujarnya. Perkembangan kelompok yang begitu pesat dalam memandirikan wirausaha petani gula kelapa mendapat respons positif dari pemerintah daerah. Bantuan peralatan, pembinaan serta pendukung operasional lainnya terus mengucur.
“Kami juga di internal kelompok memberikan uang apresiasi Rp 100 ribu kepada anggota yang membantun dapur keramik secara swadaya,” katanya. Petani gula kelapa Desa Semedo, Sakrun (50) mengaku terbantu setelah dibentuk kelompok dan beralih memproduksi gula semut.
Manfaat yang dirasakan, harga gula tinggi, petani memiliki nilai tawar, kelompok memfasilitasi dana simpan pinjam, serta para anggota diikutsertakan asuransi kecelakaan kerja, kematian dan hari tua BPJS Ketenagakerjaan. “Saya terbantu dengan adanya kelompok ini karena petani dapat mandiri dan telah dilindungi oleh asuransi,” katanya. Gula kelapa menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Banyumas.
Data potensi tanaman kelapa di Banyumas 2015 yang dicatat Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop), menyebutkan jumlah tanaman pohon kelapa mencapai 2.244.379 buah yang tersebar dihamparan luas lahan 17.955.032 hektare (ha), menyusul kelapa deres terdapat 643.832 buah di luas lahan 5.150.656 ha.
Adapun kelapa produktif 421.326 buah di luas lahan 3.370.608 ha, kelapa deres tua 222.506 buah di luas lahan 1.780.048 ha, untuk kelapa buah terdapat 1.157.000 buah di luas lahan 9.256 ha, kelapa buah tua 250.279 buah di luas lahan 2.002.232 ha. Kemudian untuk kelapa buah produktif jumlahnya mencapai 906.721 buah tersebar di luas lahan 7.253.768 ha dan kelapa belum menghasilkan terdapat 443.547 buah yang tersebar di luas lahan 3.548.376 ha.
Jumlah penderes di Banyumas mencapai 27.314 orang dengan jumlah industri rumahan 31.425 unit usaha. Adapun produksinya setiap tahun terus mengalami peningkatan. Produksi gula cetak pada 2011 mencapai 4.946,96 ton/bulan, kemudian pada 2015 produksinya meningkat menjadi mencapai 7.725,98 ton/bulan. Sedangkan untuk produksi gula kelapa semut organik mencapai 8.488.800 kg/tahun.
Jumlah perajin bersertifikat organik 3.100 unit usaha. Produksi gula kelapa kristal nonorganik 13.187.520 kg/tahun dan volume ekspor 1.000-2.000 per bulan. Ketua Dekopinda Kabupaten Banyumas, M Arsad Dalimunte menjelaskan, berkelompok serta berkoperasi merupakan simpul kesadaran dan keyakinan bahwa bersama adalah memperkuat diri melalui penyatuan potensi.
Hal ini juga sebagai simbol keinginan untuk menciptakan lompatan capaian pribadi melalui interaksi produktif dari segenap talenta yang melekat pada orang-orang yang terhimpun di dalamnya untuk saling mendukung, memperkuat dan memotivasi. Sobirin dan anggotanya kini mulai merencanakan edukasi kepada generasi muda agar mereka bangga terhadap produk gula semut Semedo, karena potensi ini tidak akan berkembang ketika tidak ada regenerasi.
“Kami tengah merencanakan regenerasi dengan organik modern yang menyasar anak-anak muda. Mereka harus bangga dengan potensi desanya, sehingga gerakan ekonomi rakyat dari gula kelapa semakin berkembang untuk memajukan pembangunan desa,” kata dia yang juga menjadi penyuluh swadaya pertanian di Banyumas.

Komentar

  1. mohon info keberadaan pt sugar royal di cilongok karena saya dapat penwararan investasi apa benar ada link..investasiterpercaya.com

    BalasHapus
  2. mohon info keberadaan pt sugar royal di cilongok karena saya dapat penwararan investasi apa benar ada link..investasiterpercaya.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya lihat ada yan mencuriakan dilihat dari webnya yang di kaskus, tapi jika Anda ingin mengecek keberadaannya secara legal, sebaiknya ditelusuri ke OJK Purwokerto dan Badan Perijinan di Kabupaten Banyumas. Sebelum mendapat info akurat, kalo pendapat saya jangan ikutan investasi sejenis ini. Saya tidak bisa meninjau ke lokasi secara langsung karena secara lokasi jauh , saya berada di Jatilawang

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…