Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Rabu, 08 Februari 2017

Potensi Wisata Butuh Dukungan Infrastruktur


KABUPATEN Banyumas, memiliki banyak potensi wisata yang perlu dikembangkan. Salah satunya di wilayah Kecamatan Kebasen. Saat ini, potensi wisata yang telah muncul di antaranya Bukit Watumeja, yang menawarkan pemandangan eksotis dari puncak bukit.
Salah satu pendukung pengembangan potensi wisata adalah infrastruktur, termasuk di antaranya jembatan untuk menuju wilayah Kecamatan Kebasen. ”Pengembangan potensi wisata sudah pasti butuh dukungan infrastruktur, oleh sebab itu dengan rencana pembangunan duplikat Jembatan Merah saya harapkan bisa ikut membantu pengembangan wisata di wilayah sekitarnya, seperti di Kebasen,” tutur Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Banyumas Is Heru Permana, Selasa (7/2).
Dengan semakin banyak potensi wisata yang tergarap, tentunya dapat merangsang pertumbuhan industri di sektor pariwisata.
Sebab nantinya, jika banyak objek wisata para pelaku wisata dapat membuat paket-paket wisata yang dapat dijual kepada para wisatawan. ”Kalau paket wisata semakin banyak, harapannya wisatawan yang berkunjung ke Banyumas, bisa menginap lebih dari sehari, bahkan kalau bisa lebih dari tiga hari,” ujarnya.
Tingkatkan Kualitas PHRI menurutnya juga terus berupaya meningkatkan kualitas hotel dan restoran di Banyumas. Salah satu upaya yang dilakukan, lanjut dia yakni dengan melakukan sertifikasi kepada hotel dan restoran di Banyumas.
Pada 2017 ini, kata dia ditargetkan seluruh hotel dan restoran di Banyumas telah tersertifikasi. ”Dengan demikian, diharapkan ada standar pelayanan yang diberikan kepada para wisatawan, maupun pengunjung hotel dan restoran,” jelasnya. Lebih lanjut ia mengatakan, PHRI juga terus mendorong berbagai pihak untuk mengoptimalkan potensi wisata yang ada di Banyumas. Sebab menurutnya 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas memiliki potensi wisata.
”Saya sempat berkunjung ke objek wisata Air Terjun Sri Getuk di Yogyakarta, ternyata di sana wisata dikelola secara mandiri oleh desa. Dan bila dilihat, sebenarnya Banyumas memiliki banyak potensi yang serupa dengan Sri Getuk, hanya saja memang belum dikembangkan secara maksimal,” imbuhnya. 

Pengganti Jembatan Merah Dinanti


Jembatan Merah yang menghubungkan Kecamatan Patikraja dengan Kecamatan Kebasen, telah berusia renta, dan dalam waktu dekat akan segera ”dipensiunkan”.
Hal itu menyusul rencana pembangunan jembatan pengganti, akhir Maret mendatang. Terkait dengan rencana pembangunan jembatan pengganti itu, Kepala DPU Banyumas Irawadi, mengatakan jembatan yang direncanakan ini, nantinya akan dibangun di samping jembatan lama. Secara ukuran nantinya jembatan juga akan didesain lebih lebar, sehingga dapat dilalui kendaraan dari dua arah.
”Jembatan yang lama akan ditutup, setelah jembatan duplikat jadi,” jelasnya, baru-baru ini. Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Achmad Taufik saat ditemui akhir Januari lalu mengatakan, pembangunan duplikat Jembatan Merah diupayakan bisa selesai dalam satu tahap.
”Kita akan membangun bagian bawah jembatan, bagian atas dibantu pemerintah pusat, berupa rangka baja yang saat ini sudah ada, tinggal mengambil saja,” tuturnya. Ia mengatakan, alokasi pembangunan duplikat Jembatan Merah Sungai Serayu itu, sebesar Rp 12 miliar yang berasal dari APBD Banyumas. Terkait dengan rencana pembangunan duplikat jembatan tersebut, sejauh ini pihaknya sedang menyiapkan dokumen pelelangan pekerjaan.
Ukuran jembatan yang sempit, saat ini terlihat sudah kewalahan dalam melayani lalu lintas kendaraan di lokasi tersebut. Kendaraan, terutama roda empat harus saling bergantian dalam melintas, namun hal itu ternyata bukan perkara mudah, sebab yang sering terjadi justru saling serobot.
Pemerintah pernah memasang lampu pengatur lalu lintas di lokasi, untuk mengatasi kondisi tersebut, namun ternyata tidak berfungsi. Namun demikian, lalu lintas menjadi lebih tertib setelah ada sukarelawan pengatur lalu lintas. Selain ukurannya yang sempit, menurut Sekretaris Desa Patikraja Mulyono, usia jembatan juga sudah tua, sehingga memang layak diganti.
”Beberapa waktu lalu pernah ditutup, sebab katanya sudah rusak, karena usianya tua. Kabarnya bahkan (Jembatan Merah) dibangun sejak zaman penjajahan Belanda,” ucapnya, kemarin. Ia berharap dengan adanya jembatan tersebut, dapat memperlancar arus lalu lintas.
Dengan semakin lancarnya arus lalu lintas, tentunya akan berdampak pada perkembangan perekonomian warga di sekitarnya. ”Sosialisasi mengenai rencana pembangunan, sudah beberapa kali dilakukan oleh Dinas PU, kepada warga,” kata dia.
sumber Suara Merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar