Langsung ke konten utama

Potensi Wisata Butuh Dukungan Infrastruktur


KABUPATEN Banyumas, memiliki banyak potensi wisata yang perlu dikembangkan. Salah satunya di wilayah Kecamatan Kebasen. Saat ini, potensi wisata yang telah muncul di antaranya Bukit Watumeja, yang menawarkan pemandangan eksotis dari puncak bukit.
Salah satu pendukung pengembangan potensi wisata adalah infrastruktur, termasuk di antaranya jembatan untuk menuju wilayah Kecamatan Kebasen. ”Pengembangan potensi wisata sudah pasti butuh dukungan infrastruktur, oleh sebab itu dengan rencana pembangunan duplikat Jembatan Merah saya harapkan bisa ikut membantu pengembangan wisata di wilayah sekitarnya, seperti di Kebasen,” tutur Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Banyumas Is Heru Permana, Selasa (7/2).
Dengan semakin banyak potensi wisata yang tergarap, tentunya dapat merangsang pertumbuhan industri di sektor pariwisata.
Sebab nantinya, jika banyak objek wisata para pelaku wisata dapat membuat paket-paket wisata yang dapat dijual kepada para wisatawan. ”Kalau paket wisata semakin banyak, harapannya wisatawan yang berkunjung ke Banyumas, bisa menginap lebih dari sehari, bahkan kalau bisa lebih dari tiga hari,” ujarnya.
Tingkatkan Kualitas PHRI menurutnya juga terus berupaya meningkatkan kualitas hotel dan restoran di Banyumas. Salah satu upaya yang dilakukan, lanjut dia yakni dengan melakukan sertifikasi kepada hotel dan restoran di Banyumas.
Pada 2017 ini, kata dia ditargetkan seluruh hotel dan restoran di Banyumas telah tersertifikasi. ”Dengan demikian, diharapkan ada standar pelayanan yang diberikan kepada para wisatawan, maupun pengunjung hotel dan restoran,” jelasnya. Lebih lanjut ia mengatakan, PHRI juga terus mendorong berbagai pihak untuk mengoptimalkan potensi wisata yang ada di Banyumas. Sebab menurutnya 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas memiliki potensi wisata.
”Saya sempat berkunjung ke objek wisata Air Terjun Sri Getuk di Yogyakarta, ternyata di sana wisata dikelola secara mandiri oleh desa. Dan bila dilihat, sebenarnya Banyumas memiliki banyak potensi yang serupa dengan Sri Getuk, hanya saja memang belum dikembangkan secara maksimal,” imbuhnya. 

Pengganti Jembatan Merah Dinanti


Jembatan Merah yang menghubungkan Kecamatan Patikraja dengan Kecamatan Kebasen, telah berusia renta, dan dalam waktu dekat akan segera ”dipensiunkan”.
Hal itu menyusul rencana pembangunan jembatan pengganti, akhir Maret mendatang. Terkait dengan rencana pembangunan jembatan pengganti itu, Kepala DPU Banyumas Irawadi, mengatakan jembatan yang direncanakan ini, nantinya akan dibangun di samping jembatan lama. Secara ukuran nantinya jembatan juga akan didesain lebih lebar, sehingga dapat dilalui kendaraan dari dua arah.
”Jembatan yang lama akan ditutup, setelah jembatan duplikat jadi,” jelasnya, baru-baru ini. Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Achmad Taufik saat ditemui akhir Januari lalu mengatakan, pembangunan duplikat Jembatan Merah diupayakan bisa selesai dalam satu tahap.
”Kita akan membangun bagian bawah jembatan, bagian atas dibantu pemerintah pusat, berupa rangka baja yang saat ini sudah ada, tinggal mengambil saja,” tuturnya. Ia mengatakan, alokasi pembangunan duplikat Jembatan Merah Sungai Serayu itu, sebesar Rp 12 miliar yang berasal dari APBD Banyumas. Terkait dengan rencana pembangunan duplikat jembatan tersebut, sejauh ini pihaknya sedang menyiapkan dokumen pelelangan pekerjaan.
Ukuran jembatan yang sempit, saat ini terlihat sudah kewalahan dalam melayani lalu lintas kendaraan di lokasi tersebut. Kendaraan, terutama roda empat harus saling bergantian dalam melintas, namun hal itu ternyata bukan perkara mudah, sebab yang sering terjadi justru saling serobot.
Pemerintah pernah memasang lampu pengatur lalu lintas di lokasi, untuk mengatasi kondisi tersebut, namun ternyata tidak berfungsi. Namun demikian, lalu lintas menjadi lebih tertib setelah ada sukarelawan pengatur lalu lintas. Selain ukurannya yang sempit, menurut Sekretaris Desa Patikraja Mulyono, usia jembatan juga sudah tua, sehingga memang layak diganti.
”Beberapa waktu lalu pernah ditutup, sebab katanya sudah rusak, karena usianya tua. Kabarnya bahkan (Jembatan Merah) dibangun sejak zaman penjajahan Belanda,” ucapnya, kemarin. Ia berharap dengan adanya jembatan tersebut, dapat memperlancar arus lalu lintas.
Dengan semakin lancarnya arus lalu lintas, tentunya akan berdampak pada perkembangan perekonomian warga di sekitarnya. ”Sosialisasi mengenai rencana pembangunan, sudah beberapa kali dilakukan oleh Dinas PU, kepada warga,” kata dia.
sumber Suara Merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…