Langsung ke konten utama

Organda : Jalan Alternatif Perlu Disiapkan Penutupan Jalan Patikraja-Kebasen

Rencana penutupan Jalan Patikraja-Kebasen selama dua tahun, terkait pembangunan rel ganda, menuai reaksi dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Banyumas.
Organda Banyumas berharap rencana penutupan itu dibarengi dengan penyiapan jalan alternatif yang memadai. Sekretaris Organda Kabupaten Banyumas Is Heru Permana mengatakan, rencana penutupan jalan yang akan dilakukan terhitung cukup lama yakni dua tahun. Kondisi itu, menurutnya pasti membawa dampak terutama bagi kelancaran transportasi masyarakat di sekitar jalan yang ditutup.
”Prinsipnya kami mendukung program pemerintah, namun konsekuensi penutupan itu perlu dikomunikasikan terlebih dahulu kepada pihak terkait, termasuk pengguna jalan. Perlu ada rapat koordinasi yang melibatkan semua pihak,” tandasnya, Selasa (21/2). Ia mengatakan, salah satu hal yang harus dipersiapkan terutama terkait jalan alternatif yang dibutuhkan nantinya.
Menurutnya jalan yang akan ditutup, selama ini cukup banyak dilalui kendaraan, jika penutupan dilakukan, pasti akan berdampak pada peningkatan kepadatan lalu lintas di jalan lainnya. ”Mungkin bisa lewat Rawalo, kalau dari Purwokerto mau ke Cilacap, atau sebaliknya, tapi apakah jalan itu sudah disiapkan? pasti nanti akan lebih padat lalu lintasnya,” ujarnya.
Tidak Dilibatkan
Ia mengungkapkan, sejauh ini Organda Kabupaten Banyumas tidak pernah dilibatkan terkait rencana penutupan jalan tersebut. Padahal, kata dia penutupan itu berdampak langsung terhadap anggota organda.
”Di jalan itu ada trayek bus mikro, juga biasa dilalui kendaraan angkutan barang,” kata dia. Sementara itu, sebagai dampak jika harus melewati jalan lain, yang tentu jaraknya lebih jauh, ia juga berharap ada kebijakan dari pemerintah terkait dengan penyesuaian tarif.
”Jika harus memutar dari jalur yang biasa dilewati tentu dampaknya pada biaya operasional, apakah pemerintah bisa memberi kebijakan terkait penyesuaian tarif angkutan?,” tanyanya. Sebelumnya diberitakan Suara Merdeka, Kasi Rekayasa dan Prasarana Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dinhub) Banyumas, R Hermawan, mengatakan penutupan arus lalu lintas akan dilakukan mulai dari pertigaan Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen hingga persimpangan Desa Kebasen.
”Seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat dari arah utara (Purwokerto dan Selatan (Cilacap) akan dialihkan melalui jalur utara Rawalo atau melalui Banyumas.
Kalau kendaraan roda dua bisa menyeberang lewat jembatan Bendung Gerak Serayu secara bergantian,” katanya. Menurut dia penutupan ruas jalan itu tidak dapat dihindari, karena pembangunan terowongan akan memakan badan jalan. Di lokasi terdapat persilangan antara rel dengan jalan. 
sumber Suara Merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…