Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Rabu, 22 Februari 2017

Organda : Jalan Alternatif Perlu Disiapkan Penutupan Jalan Patikraja-Kebasen

Rencana penutupan Jalan Patikraja-Kebasen selama dua tahun, terkait pembangunan rel ganda, menuai reaksi dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Banyumas.
Organda Banyumas berharap rencana penutupan itu dibarengi dengan penyiapan jalan alternatif yang memadai. Sekretaris Organda Kabupaten Banyumas Is Heru Permana mengatakan, rencana penutupan jalan yang akan dilakukan terhitung cukup lama yakni dua tahun. Kondisi itu, menurutnya pasti membawa dampak terutama bagi kelancaran transportasi masyarakat di sekitar jalan yang ditutup.
”Prinsipnya kami mendukung program pemerintah, namun konsekuensi penutupan itu perlu dikomunikasikan terlebih dahulu kepada pihak terkait, termasuk pengguna jalan. Perlu ada rapat koordinasi yang melibatkan semua pihak,” tandasnya, Selasa (21/2). Ia mengatakan, salah satu hal yang harus dipersiapkan terutama terkait jalan alternatif yang dibutuhkan nantinya.
Menurutnya jalan yang akan ditutup, selama ini cukup banyak dilalui kendaraan, jika penutupan dilakukan, pasti akan berdampak pada peningkatan kepadatan lalu lintas di jalan lainnya. ”Mungkin bisa lewat Rawalo, kalau dari Purwokerto mau ke Cilacap, atau sebaliknya, tapi apakah jalan itu sudah disiapkan? pasti nanti akan lebih padat lalu lintasnya,” ujarnya.
Tidak Dilibatkan
Ia mengungkapkan, sejauh ini Organda Kabupaten Banyumas tidak pernah dilibatkan terkait rencana penutupan jalan tersebut. Padahal, kata dia penutupan itu berdampak langsung terhadap anggota organda.
”Di jalan itu ada trayek bus mikro, juga biasa dilalui kendaraan angkutan barang,” kata dia. Sementara itu, sebagai dampak jika harus melewati jalan lain, yang tentu jaraknya lebih jauh, ia juga berharap ada kebijakan dari pemerintah terkait dengan penyesuaian tarif.
”Jika harus memutar dari jalur yang biasa dilewati tentu dampaknya pada biaya operasional, apakah pemerintah bisa memberi kebijakan terkait penyesuaian tarif angkutan?,” tanyanya. Sebelumnya diberitakan Suara Merdeka, Kasi Rekayasa dan Prasarana Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dinhub) Banyumas, R Hermawan, mengatakan penutupan arus lalu lintas akan dilakukan mulai dari pertigaan Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen hingga persimpangan Desa Kebasen.
”Seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat dari arah utara (Purwokerto dan Selatan (Cilacap) akan dialihkan melalui jalur utara Rawalo atau melalui Banyumas.
Kalau kendaraan roda dua bisa menyeberang lewat jembatan Bendung Gerak Serayu secara bergantian,” katanya. Menurut dia penutupan ruas jalan itu tidak dapat dihindari, karena pembangunan terowongan akan memakan badan jalan. Di lokasi terdapat persilangan antara rel dengan jalan. 
sumber Suara Merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar