Langsung ke konten utama

Festival Budaya Diminta Diperbanyak

Pemkab Banyumas disarankan untuk memperbanyak gelaran festival seni budaya dan tradisi. Pasalnya, agenda tersebut menjadi incaran para wisatawan dari luar daerah maupun luar negeri.
“Sekali-kali gelar festival yang merepresentasikan budaya dan tradisi rakyat di desa, sawah, sungai atau gunung. Jangan menggelar kirab jalanan di tengah Kota Purwokerto melulu,” ujar pengamat pariwisata Universitas Jenderal Soedirman, Drs Chusmeru Msi, kemarin.
Menurut dia, menampilkan budaya rakyat tidak hanya kesenian, bisa juga kuliner maupun tradisi yang masih melekat seperti grebeg suran, wisuda lengger atau ebeg, sedekah bumi, suran, nyadran, jamasan di Kalisalak, tradisi sinden lanang di Tambaknegara, tradisi minta turun hujan cowongan dan lainnya.
Even tersebut perlu dikomodifikasi agar layak untuk dijadikan tontonan masyarakat sekaligus mendatangkan wisatawan. Chusmeru menyebutkan festival seni budaya atau istilah bekennya folk and art festival sangat dibutuhkan untuk mempromosikan potensi budaya.
Banyumas, sudah tertinggal jauh dari tetangganya, Kabupaten Banjarnegara yang bisa mengemas pemotongan rambut gimbal di Dieng dengan pawai, pentas kesenian hingga konser jazz. “Panggung folk and art festival tidak digelar di tengah kota, justru di kantong-kantong budaya yang berada di desa atau pinggir kota, di pekarangan, sawah atau bahkan di lapangan.
Biarkan masyarakat yang menjadi aktor utamanya, Pemkab hanya membantu akses dan mempromosikan kegiatan itu. Persebaran kegiatan wisata budaya sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan semangat masyarakat agar merasa memiliki budaya daerahnya sendiri,” ujarnya.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Saptono mengatakan, konsep acara pada agenda wisata budaya tahun 2017 masih monoton. Sedikitnya ada 6 even yang dikemas dalam bentuk pawai jalanan. “Hanya Festival Serayu yang pawainya di sungai,” katanya.
Menurut dia, perubahan konsep kegiatan tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat ini. Pihaknya hanya bisa menambal sulam sejumlah kegiatan agar tidak terkesan membosankan. “Tiap tahun harus ada sesuatu yang baru,” ujarnya.
sumber Suara Merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…