Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Kamis, 27 Agustus 2015

Revitalisasi Alun Alun Banyumas

Kota Banyumas secara status adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyumas. Ada sebuah kisah sejarah panjang mengapa sekarang menjadi Kota Kecamatan padahal dulunya adalah pusat pemerintahan Kadipaten Banyumas. Berawal dari kisah Raden Jaka Kahiman ,anak dari  cucu  Raden Baribin anak Prabu Brawijaya IV yang menikah dengan Raden Dyah Ayu Pamekes dari Kerajaan Pajajaran. Pada tahun 1582 M mendapat hadiah dari Sultan Pajang karena keberanian dan sikap ksatrianya lalu diangkat menjadi Adipati bergelar Warga Utama 2 . Dengan Bijaksana Jaka Kahiman membagi wilayah kekuasaannya menjadi 4 bagian dengan para iparnya. Dia membuka sebuah hutan di tepi kali Serayu, daerah inilah yang dipilih menjadi pusat pemerintahan baru, diberi nama Banyumas.
Disinilah bermula sejarah Banyumas sebelum akhirnya bergabung dengan Kabupaten Purwokerto tahun 1936 dan turun status menjadi Kecamatan.
Preview Alun Alun Banyumas




Dari sejarahnya sebagai kota yang tumbuh sebagai pusat pemerintahan di masa lalu, Banyumas menyimpan banyak artefak dan heritage . Barbagai situs banyak di jumpai terutama di sekitar Kota Lama. Semoga kedepan situs ini menjadi andalan pariwisata daerah ini jika segala infrastruktur telah dibenahi dan difasilitasi oleh Pemda Setempat.

Untuk merevitalisai kota lama bukan hal yang mudah. Butuh biaya besar serta kepedulian berbagai pihak, bukan pemerintah daerah semata. Namun di tengah keterbatasan dana, ada usaha dari Pemkab Banyumas untuk menata Kota lama, menetapkan sebagai kota pusaka (heritage) , dan semua berawal dari alun alun terlebih dahulu.
Pemkab Banyumas, mulai Kamis (25/6) ini melakukan renovasi Alun-alun Banyumas. renovasi tersebut bertujuan untuk memperbaiki struktur alun-alun yang sudah termakan usia. menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,8 miliar.
Dalam pembangunan kali ini, jalan pemisah di tengah alun-alun akan tetap dipertahankan. Jalan tersebut hanya akan dilebarkan dari 4,5 meter menjadi 6 meter dan akan dipaving.
Kemudian peningkatan rumput dan penanaman pohon peneduh. .Di sekelilingnya akan dibuat trotoar dan drainase. Kemudian pemasangan lampu hias dan lampu penerangan disetiap titik, sehingga akan tampak indah pada malam hari.
Alun-alun tersebut,  juga akan dilengkapi dengan panggung gelar budaya yang berada di sudut utara timur dan mimbar bendera untuk upacara resmi di lapangan sebelah timur. Sedangkan lapangan sisi barat akan difungsikan sebagai lapangan olah raga.
Rendering Alun Alun Banyumas oleh DCKTR Kabupaten Banyumas.








Dalam proyek revitalisasi Alun-alun Banyumas, pemkab akan meninggikan permukaan Alun-alun Banyumas sekitar 20 centimeter. Hal itu untuk mengantisipasi munculnya genangan pada saat musim hujan.

Bermula dari alun alun, semoga akan berlanjut ke Kawasan kota Lama secara keseluruhan. Dan menjadikan Kota Banyumas menjadi destinasi wisata andalan selain Baturaden adalah sesuatu yang mungkin. Dan harus kerja keras serta kerja sama antara berbagai pihak, Pemerintah, masyarakat dan swasta. Karena Kota lama menyimpan pesona yang tidak kalah dengan daerah lain. Ini harus bisa memberi manfaat bagi warga sekitarnya yang sejatinya merupakan warisan besar pendiri Kadipaten ini.
 Dan ada sebuah harapan besar Banyumas akan menjadi daerah yang berkembang dinamis, mengejar ketertinggalan dengan daerah atau kecamatan lain.


 Lanjutan Proyek Alun-alun Dianggarkan Rp 1 Miliar



  Pemkab Banyumas tahun ini mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk pembangunan lanjutan tahap kedua Alun-alun Banyumas. Pembangunan tahap pertama telah rampung akhir tahun lalu. ”Tahun ini ada (kegiatan pembangunan tahap kedua Alun-alun Banyumas). Untuk tajap kedua ini kami menyiapkan anggaran sekitar Rp 1 miliar,” kata Kasi Pertamanan dan Pemakaman Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR), Irawan, kemarin. Anggaran sebanyak itu, kata dia, rencananya akan digunakan untuk melengkapi saranan dan prasaran yang berlum tersedia. Antara lain, penyediaan rumput, pohon peneduh, lampu penerangan, kursi dan penyelesaian pembangunan panggung serba guna. ”Pada tahap pertama belum seluruh fasilitas tersedia, akan dilengkapi tahun ini. Untuk jenis rumput yang akan dipakai, nantinya akan menggunakan rumput biasa seperti di lapangan sepakbola, karena nantinya alun-alun juga bisa digunakan untuk bermain bola,” jelas dia. Lebih jauh dia mengatakan, pembangunan tahap kedua nanti diperkirakan baru akan dilaksanakan pertengahan tahun ini. Asumsinya proses lelang pembangunan tahap kedua paling cepat baru akan dilasakanakan sekitar April mendatang. Proses Lelang ”Proses lelang kemungkinan paling cepat biasanya baru akan dilaksanakan sekitar April. Kami perlu melakukan penyesuaian harga dengan anggaran yang tersedia. Mudah-mudahan semua prosesnya berjalan lancar, sehingga akhir tahun ini bisa selesai,” ujar dia. Setelah selesainya pembangunan tahap kedua, lanjut dia, alun-alun sudah dapat difungsikan. Saat ini alun-alun sebenarnya sudah dapat difungsikan, namun belum optimal, karena masih banyak fasilitas yang belum tersedia. ”Menurut rencana pembangunan tahun ini adalah yang terakhir, kami sederhanakan agar bisa secepatnya digunakan. Tahun depan alun-alun sudah dapat difungsikan secara total, kami berupaya untuk menyelsaikan itu,” imbuhnya. Seperti diberitakan, pembangunan alun-alun dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama tahun lalu difokuskan untuk penataan bangunan utama alun-alun. Antara lain pelebaran jalan, kemudian pemasangan paving blok, pembangunan drainase dan panggung serba guna
11 Januari 2016, Suara Banyumas

 Pemerintah Kecamatan Banyumas merencanakan area Alun-alun Banyumas steril dari Pedagang Kaki Lima (PKL). Seluruh PKL yang biasa berjualan di situ akan ditempatkan di sisi utara alun-alun.
Camat Ari Yusminto, mengatakan penataan PKL akan dilakukan setelah ada serah terima bangunan dari pelaksana proyek kepada pemkab. “Pembangunan tahap pertama baru selesai, penataan PKL menunggu adanya serah terima dulu,” katanya, Senin (11/1).

Dia mengatakan pemkab telah menyiapkan lokasi yang akan digunakan untuk PKL di sisi utara alun-alun. Nantinya PKL akan berjualan di situ dengan menggunakan gerobak dan mendirikan tenda non permanen.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan, di sekitar alun-alun terdapat sekitar 60 sampi 70 PKL. Namun, dari jumlah itu, lanjut dia, tidak lebih dari 50 PKL yang aktif berjualan. Mereka sebagian besar berjualan pada siang hari.  suaramerdeka.com -



Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie usai apel pagi Jum’at (15/1), mengatakan bahwa Pemkab melalui Dinas Cipta Karya, Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) pada tahun 2016 ini mengajukan rencana pembangunan Alun-alun Banyumas. “Untuk tahun kedua ini, akan menyelesaikan pembangunan sesuai yang Masterplan” katanya.
Agus menambahkan pembangunan tersebut antara lain untuk melengkapi sarana dan prasarana yang belum tersedia. Antara lain, penyediaan rumput, pohon peneduh, lampu penerangan, kursi dan penyelesaian pembangunan panggung serbaguna.
“Pada tahun pertama belum seluruh fasilitas tersedia, akan dilengkapi tahun ini. Untuk jenis rumput yang akan dipakai, nantinya akan menggunakan rumput biasa seperti di lapangan sepak bola, karena nantinya alun-alun juga bisa digunakan untuk bermain bola,” jelas dia.
Menurutnya kelanjutan pembangunan nanti diperkirakan baru bisa dilaksanakan pertengahan tahun ini. Asumsinya proses tahapan lelang memakan waktu cukup lama, sehingga pembangunan paling cepat baru akan dilaksanakan sekitar bulan April mendatang.

 Foto Pembangunan Alun-alun Banyumas Tahun 2015

























2 komentar: