Selamat Kepada Calon Kepala Daerah Banyumas

Senin, 28 Desember 2015

Medsos, Fenomena selfi ,Rusaknya Karakter Remaja

 Tolong Jangan ditiru


Pasukan Selfie Perusak Datang Lagi.Setelah Taman Bunga Amarillys Jogja, kini Taman Bunga Kebun Raya Baturaden yang baru diresmikan 5 hari sudah rusak diinjak-injak Alayer Selfie Maniac!

Foto berikut adalah bukti karakter remaja yag rusak . inilah  generasi penerus bangsa saat ini.semua ini tak lepas dari pengaruh media sosial yang berkembang saat ini. Berakibat vatal terhadap perubahan karakter .
Kronologinya: Media sosial--->Pembentukan karakter---> Fenomena selfie ---> Kerusakan lingkungan atau Keselamatan diri
























Inilah akibat fenomena


Fenomena ini juga terkait dengan  isi potingan saya : Berpikir melalui gambar
 http://sitoneizer.blogspot.co.id/2015/12/berpikir-melalui-gambar.html


Ganjar Sentil Perusak Taman Bunga di Kebun Raya Baturraden


(29 Desember 2015 suaramerdeka.com )-
 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyentil penghobi foto selfie yang merusak taman bunga di Kebun Raya Baturraden. Kerusakan diakibatkan karena terinjak saat pengunjung melakukan foto selfie di tengah area taman bunga.
Hal itu disampaikan Gubernur pada saat teleconference acara Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan di Hotel Aston Purwokerto, Selasa (29/12). Dia mengaku mendapat banyak laporan mengenai kerusakan taman bunga itu melui media sosial.
“Ini (keberadaan taman bunga,red) merupakan barang baru, makanya menarik minat banyak orang untuk datang. Tanaman baru ditanam digunakan untuk berfoto selfie. Perilaku kita terhadap lingkungan harus dijaga,” kata dia.
Kepala Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Baturraden, Ammy Rita Manulu, mengatakan bernecana akan membuat spot khusus bagi para pengunjung yang akan berfoto selfie. Di situ akan disiapkan pos penjagaan dan tiket.
“Kami akan buat sudut foto tersendiri, nanti ada jalan yang ke tengah (taman bunga). Kami mmeinta masyarakat tidak egois, jangan hanya karena kesenangan pribadi masyarakat justru merusak kepentingan umum,” ujar dia.
Di taman bunga itu sedikitnya terdapat 12 jenis bunga. Sebagian besar bunga yang rusak berada di area taman yang ditanami jenis Miana Daun Merah. Bunga dengan lebar sekitar 30-40 centimeter ditanam sebanyak 4-5 baris.

 Dinas Bakal Awasi Pengunjung


Kebun Raya Baturraden yang baru diresmikan Sabtu (19/12), kondisinya memprihatinkan. Banyak bunga yang rusak akibat pengunjung yang tidak bertanggung jawab. Mereka sengaja selfie di tengah-tengah bunga dan menginjak tanaman yang ada di kebun raya milik Provinsi Jawa Tengah.
Berdasarkan pantauan Radarmas, sejumlah bunga terlihat mati dan berserakan yang diduga akibat terinjak-injak pengunjung. Kini untuk mengantisipasi ulah pengunjung, dibuat pagar bambu yang mengelilingi bunga tersebut.
Aktivis Biodiversity Society, Apris Nur Rakhmadani mengatakan, rusaknya beberapa tanaman karena perilaku pengunjung yang kurang mengindahkan peringatan. Karena kebun raya tujuannya untuk edukasi dan konservasi. “Melihat fungsi tersebut, harusnya pengunjung menyadari,” katanya.
Ia berharap kepada pengelola untuk menindak tegas pengunjung yang tidak mengindahkan peringatan. “Para pengelola mempunyai tanggung jawab untuk mengedukasi pengunjung, supaya mereka sadar akan kebun raya satu-satunya di Jawa Tengah ini,” ujarnya.
Terpisah, Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein mengaku siap membantu mengamankan Kebun Raya Baturraden dari serbuan para pengunjung yang tidak bertanggung jawab apabila pihak provinsi memintanya. “Jadi itu milik Provinsi Jateng, Pemkab akan membantu kalau provinsi memerintahkan,” kata dia.
Menurut dia, walaupun Kebun Raya Baturraden berada di Kabupaten Banyumas, namun Pemkab Banyumas tidak bisa ikut andil secara langsung.
Ditambahkan Wakil Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan, Kebun Raya Baturraden adalah kewenangan provinsi. “Pak Ganjar sudah menginstruksikan cukup jelas, pemda Banyumas ikut mengimbau dan koordinasi kepada para petugas,” kata dia.
Koordinasi melalui Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas. “Jadi Dinporabudpar nantinya bertugas untuk membantu mengawasi serbuan para selfie,” kata dia.
Sebelumnya, kasus rusaknya Kebun Raya Baturraden telah menyebar di media sosial. Para pengunjung nekat berfoto dan merusak tatanan kebun raya dengan berbagai macam bunga. Atas kejadian tersebut, banyak kecaman di media sosial baik ditunjukan para pengunjung ataupun pengelola kebun raya yang tidak memberikan peraturan yang ketat.


Belajar Memahami Kehidupan Melalui Gambar Bagian I

Fenomena kehidupan kita saat ini, Terkait Gadget, Dunia maya dan media sosial


Pepatah mengatakan , sebuah gambar lebih bermakna daripada seribu kata kata. ada benarnya karena memang pesan yag diampaikan melalui media virtual lebih mudah dicerna pikiran kita dari pada melalui media lain  . Gambar berikut bisa membuat kita berpikir.. Bahkan sebuah gambar bisa membuat sebuah cerita utuh dengan banyak makna atau interprestasi .
Gambar credit to Orskaya Alisa Simina






















































Pesan moral





Perlunya Jaringan Jalan Baru Ajibarang Wangon

 Jarak Tempuh 1 Jam 


(suara Merdeka) Kepadatan dan tersendatnya arus lalu lintas di jalur selatan Jawa selama liburan pekan ini masih terjadi hingga Minggu (27/12). Bahkan hal itu menyebabkan waktu tempuh kendaraan ruas jalur Ajibarang-Wangon mencapai satu jam.
Pengemudi mikrobus Purwokerto-Ajibarang-Wangon, Sarwanto mengatakan selain padatnya kendaraan yang melintas di jalur selatan, perbaikan jalan menjadi faktor penyebab tersendatnya arus kendaraan dari arah Ajibarang-Wangon. Kondisi kemacetan bahkan seringkali harus terjadi selama satu minggu terakhir kemarin. Pasalnya dalam waktu dua bulan terakhir perbaikan dan pengaspalan jalan nasional di Desa Pancasan hingga Karangbawang, Ajibarang terus dilaksanakan.
“Biasanya Ajibarang-Waktu paling lama itu 20 menit bisa sampai. Tapi kalau kondisi tersendat dan macet seperti ini, bisa mencapai satu jam lebih. Karena kendaraan besar tidak mungkin bisa mendahului,” katanya.
Dijelaskan oleh Sarwanto, selama perbaikan dilaksanakan sistem penggunaan satu jalur dilaksanakan. Buka tutup arus lalu lintas kendaraan diberlakukan karena satu lajur jalan diadakan pengaspalan. Akibatnya antrean panjang hingga dua kilometer kerap terjadi mulai dari jalan depan Pasar Induk Ajibarang hingga Karangbawang.
“Dengan kondisi arus lalu lintas yang padat dan tersendat seperti ini, kami hanya bisa menarik penumpang dua kali saja dalam waktu sehari. Makanya memang merugi dan kalau dituruti maka tidak akan menutup setoran,” jelasnya.
Pantauan suaramerdeka.com, kepadatan lalu lintas hingga antrean panjang kendaraan terjadi di jalur Ajibarang-Wangon mulai dari depan Pasar Induk Ajibarang hingga Desa Karangbawang. Akibat proses perbaikan dan pengaspalan jalan, penumpukan kendaraan dari arah Jakarta terjadi di simpang jalan keluar Terminal Bus Ajibarang-Jalan Lingkar Ajibarang menuju Wangon. Di sinilah kepadatan hingga kemacetan arus kendaraan kerap terjadi sejak Rabu (23/12) kemarin.
Kapolsek Ajibarang, I Putu B Krisna membenarkan adanya penambahan volume kendaraan selama liburan hari raya dan sekolah akhir Desember 2015 ini. Namun demikian dari pantauan petugas di lapangan, kondisi kepadatan tersebut masih terkendali dan aman.
“Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk terus berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas. Apalagi di tengah musim liburan kali ini, kepadatan arus kendaraan memang terjadi dan perlu diwaspadai,” jelasnya.

Ajibarang-Wangon Macet parah, Diberlakukan Buka Tutup


(Radar Bayumas) Pertemuan kendaraan dari jalur lingkar SPBU dan pertigaan Bangjo Ajibarang ke arah Wangon memperparah kemacetan yang membuat macet sampai 3 kilometer lebih.
Kaposlantas Ajibarang, Aiptu Miswanto menjelaskan, sejak Minggu (20/12) sudah mulai terlihat peningkatan arus kendaraan dari arah Brebes lewat Pekuncen dan masuk Ajibarang.
Kendaraan didominasi oleh roda empat dengan plat Jakarta dan sekitarnya yang memilih jalur selatan dengan lewat Ajibarang dan jalur tengah lewat Ajibarang-Purwokerto.
“Sejak libur sekolah ada peningkatan arus dari arah Brebes. Puncaknya pada Kamis dan Jumat ini, kendaraan plat Jakarta masuk ke Ajibarang untuk meneruskan perjalanan baik ke arah jalur selatan atau jalur tengah. Libur sekolah dan Natal menjadikan banyak warga Jakarta yang ingin mudik ke kampung, sehingga kendaraan padat lancar,”jelas Miswanto.
Arus kendaraan mengalami kemacetan di jalur Pancasan karena ada pengaspalan jalan sejak Senin (21/12). POlisi memberlakukan sistem buka tutup arus kendaraan dari arah Ajibarang dan Wangon. Pada kemacetan ini, lanjut Miswanto bertambah parah karena kendaraan warga Jakarta memadati jalur saat liburan ini.
“Pertemuan dua arus di pertigaan Terminal Ajibarang menjadi tambah parah. Selain itu, pengemudi banyak yang menyerobot antrian sehingga jalur Ajibarang arah Wangon menjadi dua jalur,”jelasnya.
Untuk mengurai kemacetan, pihaknya menutup jalur ke Wangon dari arah Brebes. Bagi kendaraan yang akan lewat jalur selatan diarahkan ke arah Purwokerto. Sementara dari arah Wangon, pengendara harus mengambil jalur lingkar.
“Kendaraan dari arah Wangon harus mengambil jalur lingkar karena jalur ke arah Pertigaan Ajibarang tertutup antrian kendaraan. Begitu yjuga dari arah Brebes lewat pertigaan Ajibarang diarahkan ke arah Purwokerto bagi yang akan mengambil jalur selatan,”jelasnya

Perlunya Jaringan Jalan Baru


Buka Tutup bukanlah jalan keluar yang tepat karena sifatnya hanya sementara. sangat diperlukan jaringan jalan baru untuk mengatasi persoalan kemacetan ini. Dalam hal ini adalah pembangunan jaringan jalan baru. Ilustrai gambar berikut saya buat jalan baru berada di sebelah barat jalan raya saat ini, karena sebelah timur terdapat pabrik semen Bima



Senin, 21 Desember 2015

Revitalisasi Pasar Jatilawang

Revitalisasi tahap I anggaran empat  Miliar

















Bagian yang akan dibongkar dalam revitalisasi tahap II tahun depan


Jalan belakang pasar


Jembatan Tajum KlapaGading - Kalipandan


Inilah awal sejarah redupnya eksistensi jembatan tajum pemancangan . ada jembatan baru yang lebih besar dan megah bahakn menjadi angkutan lalulintas koprades jurusan Wangon  Glempang dan sekitarnya. Jembatan ini ada di antara desa Kelapagading Wangon dan Kalipandan ( Gerduren) Purwojati.














Jumat, 18 Desember 2015

Dilema Relokasi PKL

Persoalan PKL bukan hanya domain bagi Kota Purwokerto saja tapi juga bagi Kecamatan lain di luar kota. Selain Purwokerto, penertiban PKL baru baru ini dilakukan penertiban di Banyumas, Wangon, dan rencana di Ajibarang tapi tertunda karena rawan konflik. Sebenarnya ada 2 kepentingan yang bertentangan terkait keberadaan PKl yaitu ketertiban dan keindahan kota  dengan Tuntutan kebutuhan hidup masyarakat . Maka menjadi PKL menjadi piklihan hidup di tengah sulitnya mencari pekerjaan.

 Lokasi Pengganti Ramai, PKL Jensoed Tak “Ngeyel” Direlokasi

suaramerdeka.com - Keberadaan PKL Jalan Jenderal Soedirman (Jensoed) Purwokerto yang selama ini terkesan “ngeyel” tidak mau ditata atau direlokasi ditepis pihak paguyuban PKL setempat. Hal itu diungkapkan Ketua Paguyuban PKL Jenseod, Dede Yayat saat hadir dalam diskusi penataan PKL Jensoed, yang diselenggarakan Lingkar Kajian Banyumas (LKB), kelompok diskusi dan riset dari kalangan mahasiswa FISIP Unsoed.
“Kita tidak ngeyel untuk relokasi, karena tempat sekarang sudah ramai, sehingga belum tentu kalau dipindah memperoleh ekonomi yang sama,” kata Dede, Kamis (17/12).
Terkait tawaran diberi anggaran dari pemkab sebagai jaminan saat bersedia dipindah, nilai dia, tidak akan diterima. Karena yang dibutuhkan mereka adalah tempat untuk berdagang yang ramai seperti sekarang. “Dulu pernah ada relokasi ke Pasar Situmpur, namun ternyata tidak memperoleh ekonomi sehingga kembali lagi ke tempat semula,” ceritanya.
Kabid Pasar dan PKL Dinperindagkop, Amrin Ma’ruf menyampaikan, sejuah ini pesan Bupati, pihaknya diminta terus menjalin komunikasi dengan PKL dan tidak boleh mengambil kebijakan relokasi yang dipaksanakan. “Saya diminta untuk komunikasi secara langsung dengan beberapa pihak yang melibatkan PKL dalam penataan PKL dan PKL ini harus dijadikan selter pedagang,” katanya.


Pada masa Bupati Marjoko, digagas shelter untuk PKL. saat ini masih berjalan yaitu Pratista Harsa Blok A untuk Kerajinan rakyat atau UKM dan Pratista Harsa Blok B untuk kuliner. Tapi sayang program ini mengalami kegagalan, senakin lama semakin sepi dan ditinggal pedagang . selain itu shelter di Jl Jend Sudirman juga tidak diminati pedagang. Maka dikatakan bahwa program ini gagal. Karena penyebab utama berupa tidak mampu memberikan dampak ekonomi bagi pedagang eks PKL itu sendiri.Likasi ini sepi pembeli.



Hal yang sama terjadi di shelter jend sudirman, bahkan sudah ditolak sebelum sempat ditempati pedagang, terakhir menjadi sentra batu , serayu stone saat batu sedang popular dan booming. Tapi itu pun telah lewat, seiring pudarnya popularitas batu lokasi ini pun mati suri. 

Tak mudah memang , belum lagi jika ada konflik PKL dengan warga. Salah satu rencana Pemkab Gagal sebelum sempat terwujud adalah Renovasi pasar Glempang sekaligus menyediakan lokasi untuk relokasi PKL. Rencana ini ditolak warga karena dianggap lokasi itu aset miklik desa dan PKL tidak berhak menempati. 

Diskusi Publik tentang PKL

 
 (Radar Banyumas) Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Jendral Sudirman saat ini masih menjadi sorotan publik. Pasalnya sudah sejak lama, Pemkab Banyumas dianggap tidak mampu menangani persoalan tersebut.
Untuk itu, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Kajian Banyumas (LKB) menggelar diskusi publik dengan tema Penataan PKL Jensud, Kamis (17/12).
Menurut Pengamat Politik Ahmad Sabiq SIP MA, PKL sekarang telah menjadi isu politik. Salah satunya saat Pilkada. PKL merupakan fenomena yang ada di berbagai wilayah karena muncul sebagai sektor informal dan berjualan di bahu jalan, trotoar dan badan jalan.
“Sebagaimana yang dilakukan oleh PKL Jensud yang melakukan kegiatan ekonomi di jalan,” kata Sabiq. Padahal dalam UU lalu lintas dan angkutan umum, penggunaan bahu jalan atau trotoar merupakan hak pejalan kaki.
Namun dalam peraturan daerah dan peraturan bupati, PKL boleh melakukan kegiatan ekonomi di trotoar, bahu jalan serta badan jalan.
Komisi B DPRD Banyumas, Subagyo yang juga hadir dalam diskusi mengatakan, masalah PKL dilematis. Yakni sebagai usaha informal yang dilakukan oleh masyarakat tetapi juga bertentangan dengan penggunaan jalan. “Ketika diberantas, akan semakin tumbuh,” kata Subagyo.
Menurutnya, penataan 20 PKL Jensud sebenarnya mudah asal disediakan tempat. “Penertiban PKL tidak untuk melakukan kekerasan, tetapi untuk menciptakan ketertiban di Banyumas dan menghormati hak pengguna jalan. Sehingga diperlukan penanganan secara tuntas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua PKL Jensud Dede Yayat mengatakan, jumlah PKL memang 20 tetapi yang terdaftar di paguyuban lebih dari 20. “PKL Jensud tidak ngeyel untuk relokasi. Tetapi harus ada penyediaan tempat yang strategis dan ada pemantauan secara keberlanjutannya,” katanya.
Sementara Kepala Bidang Pasar dan PKL Dinperindagkop Amrin Ma’ruf mengatakan, secara pribadi belum ada komunikasi secara langsung dengan PKL. “Saya diperintahkan oleh bupati untuk tidak menggusur PKL. Saat ini sudah ada komunikasi secara langsung oleh beberapa pihak dalam penataan PKL,” katanya.
Tahun depan, pemerintah akan menata kembali Kebondalem untuk area perekonomian. Sehingga perlu ada negoisasi antara PKL, dinas terkait serta pihak-pihak terkait sesuai dengan aturan. “Dari dinas meminta untuk ada anggaran untuk diskusi dengan PKL serta studi banding ke wilayah lainnya. Selain itu juga diperlukan peraturan untuk mengatur hal tersebut,” jelasnya


Kamis, 17 Desember 2015

BRI Cabang Ajibarang





Meskipun hanya berstatus kota Kecamatan, Ajibarang mempunyai kantor Cabang BRI tersendiri,ian dari BRI Kanwil Yoyakarta. BRI Cabang Ajibarang melayani kawasan Banyumas bagian barat. Berikut daftar alamat kantor kas, unit, cabang pembantu di wilayah Ajibarang dan sekitarnya :


Nama Bank:BRI
Kota:Ajibarang
Alamat:Jl. Ajibarang Wetan No.1, Ajibarang
Propinsi:Jawa Tengah
Kode:0151
No. Telp:0281-571543/4, 5725448/9
No. Fax:0281-571544

UNIT BRITELEPONALAMAT
GUMELAR(0281)7622326,08122675037DESA GUMELAR, KEC. GUMELAR
JATILAWANG(0281)7910067,6848678DESA TUNJUNG, KEC.JATILAWANG
KLAPAGADING(0281)513251JL. RAYA WANGON TIMUR KM 2 WANGON
PERNASIDI(0281)656020JL. RAYA AJIBARANG-PURWOKERTO KM 7 CILONGOK
RAWALO(0281)7620080,6848101DESA RAWALO, KEC. RAWALO
WANGON(0281)7910787,513415JL. RAYA UTARA WANGON
AJIBARANG SATRIA(0281)572693JL.MASUK KE KOMPL PASAR AJIBARANG RT.01/RW I
CILONGOK(0281)656052JL. RAYA AJIBARANG-PURWOKERTO, KM 8 CILONGOK
LOSARI(0281)7638945DESA KARANGLO RT 06 RW 01 KEC. CILONGOK
PURWOJATI08122675035DESA PURWOJATI, KEC. PURWOJATI
AJIBARANG KOTA(0281)571541JL PRAJURIT AMBIAH NO.1 AJIBARANG
BANJARANYAR(0281)571128JL. RAYA AJIBARANG-TEGAL KM 4 KEC.PEKUNCEN
LUMBIR08122675034JL. RAYA WANGON-BANJARPATOMAN KM 17 KEC. LUMBIR
MARGASANA(0281)7622325,6847914DESA MARGASANA, KEC. JATILAWANG
PEKUNCEN08122673458, (0281) 6439561DESA PEKUNCEN, KEC. PEKUNCEN


BRI Kantor Cabang Ajibarang Buka Kantor Kas Di Kampus UMP


 (KRjogja.com) - Ketua UKM Teater Perisai Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) yang juga mahasiswa FKIP, Kukuh Aji Bakhtiar, mengaku kaget dan senang ketika ternyata mulai Kamis (1/5) urusan pembayaran terkait kuliah di UMP cukup dengan memiliki rekening tabungan di BRI.
"Saya kaget karena yang membangun kantor pelayanan BRI di kompleks UMP ternyata bukan BRI Cabang Purwokerto tetapi malah BRI Cabang Ajibarang. Ini kampus kan di Purwokerto, kok malah BRI Ajibarang yang punya inisiatif melayani kami. Kami juga senang karena rata-rata mahasiswa UMP pasti sudah memiliki rekening tabungan BRI. Sehingga urusan bayar SPP, transfer, ATM atau lainnya dengan kami tidak perlu jauh-jauh lagi karena di kampus sudah ada BRI Ajibarang yang bisa melayani kami" tuturnya, Jumat (2/5).
Pemimpin Cabang BRI Ajibarang, SM Linton Hutapea, mengatakan, dibukanya kantor pelayanan BRI Ajibarang di kompleks UMP memang untuk lebih memudahkan dan mempercepat pelayanan administrasi pembayaran bagi mahasiswa yang kuliah di UMP. "Ini adalah kantor kas BRI Cabang Ajibarang. Posisi kami dibutuhkan mahasiswa atau seluruh warga UMP, disisi lain kami juga butuh mahasiswa UMP dan lainnya. Ini yang menjadikan dasar kerjasama dua belah pihak" paparnya.
Disebutkan, pelayanan yang dibuka untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dengan kehadiran BRI Ajibarang di UMP antara lain, pembayaran SPP atau lainnya terkait kampus tak perlu lagi antri. Sedikitnya 60 persen mahasiswa UMP sudah melakukan online untuk urusan tersebut. Bahkan, hanya dengan kartu mahasiswa pun sudah bisa untuk urusan ATM.
Rektor UMP, Dr H Syamsuhadi Irsyad MH, mengatakan, pola kerjasama UMP dengan BRI sama dengan pola kerjasama dengan bank-bank lain yang juga saling membuka kantor kas di kampus Dukuhwaluh Purwokerto. Sebagai universitas swasta terbesar di wilayah Jateng selatan, kehadiran kantor pelayanan kas BRI Ajibarang di UMP cukup penting, mengingat banyaknya mahasiswa yang sudah saling memiliki rekening BRI sebelumnya.



Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...