Selamat Kepada Calon Kepala Daerah Banyumas

Kamis, 14 Januari 2021

Kota Baru Wangon , Sebaiknya Berkonsep Hijau dan Memiliki Ciri Khas / Branding yang Kuat .

 


Wangon adalah salah satu kecamatan di jalur lintas Kabupaten Banyumas. Dalam sebuah sidang paripurna   saat membahas pemekaran daerah kabupaten Banyumas , terpilih menjadi ibukota Kabupaten Bnayumas Barat.  Maka ke depan penataan kota harus benar-benar dibnagun dari awal, mengingat Wangon belum memiliki pondasi sebagai pusat pemerintahan. Kartena pada masa kolonial hanya bagian dari kawedanan Jatilawang, padaa saat itu yang sudah dirancanag menjadi kota adalah Jatilawang, sedangkan Wangon tumbuh secara alami karen alokasinya strategis maka perkembangan cukup pesat dalam transportasi dan perdagangan. Namun untuk dijadikan pusat pemerintahan sangat perlu untuk dibnagun pusat kota baru, yaitu diluar pusat kertamaian saat ini. Biarlah pusat keramaian sekarang berkembang di sektor perdagangan dan jasa.

 

Namun sebelum memutuskan untuk membangun kota baru, sebaiknya mempertimbangkan berbagai hal.

1.       Kota baru dibangun tentunya dengan mengorbankan lahan pertanian, maka kota yang dibangun harus bisa menjaga keseimbangan lingkungan , dan sebisa mungkin tetap menghasilkan produk pangan .

2.       Kota baru yang dibangun harus bisa mengatasi persoalan transportasi, kemudahan akses dari berbagai tujuan dan tak terganggu saat arus mudik/balik.

3.       Pentingnya branding, ciri khas kota yang membedakan dengan kota lain, akan menumbuhkan imej yang kuat yang pada gilirannya mengundang wisatawan atau pengunjung atau investor untuk berwisata, istirahat, bertranskasi dan berinvestasi .

 

Poin satu sampai dua sudah pernah say aulas dalam tulisan saya yang lain , dan kali ini saya akan focus ke poin ketiga, branding bentuk kota .

Mengingat du apoin lainnya, untuk menumbuhkan branding kota Wangon bisa diawali dengan membnagun konsep kota yang berbeda dari lainnya. Yang pada saat bersamaan tetep memelihara keseimbangan alam dan lingkungan akibat alih fungsi lahan pertanian / lahan hijau .

Maka kota berkonsep Kota Hijau ini sangat penting. Bayangkan sebuah pusat kota yang dikelilingi perkebunan hijau yang lebat, udara segar tapi memiliki suasana yang berbeda dengan kota lain yang ada. Jadi kota baru ini dibangun dikelilingi hutan kota disekelilingnya. Memiliki sabuk hijau . Vegetasi tumbuhan apa yang cocok ? ini hanya pemikiran dan ide saya semata , untuk menciptakan imej yang kuat sekaligus memberikan hasil lain yaitu produk yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan warga. Ada 3 tanaman yang bisa dicoba ditanam sebanyak-banyaknya, atau dominan yaitu Aren ditanam di sekeliling kota , jambe atau pinang di ruas jalan kota . Serta aneka jenis pohon kelapa untuk taman kota . Saya yakin akan menjadi ciri khas suatu saat nanti dengan hasil sampingan yang bisa mensejahterakan masyarakat.

Bagiman adnegan bunga dan aneka pepohonan peneduh lainnya ? tetap ditanam juga meski jumlahnya tak terlalu besar , mungkin sekitar 30 % kota baru ini bisa ditanam pepohonan lainnya seperti mahoni, asam, kalpataru , berbagai tumbuhan bunga seperti tabebuia dan lainnya , sehingga kota tetap terlihat semarak , namun tak kehilangan ciri khas. Nanti saya akan membahas 3 tanaman utama sebagai back ground kota yaitu pinang, aren dan kelapa .

Tanaman pinang, aren dan kelapa memiliki manfaat banyak bagi kehidupan kita. Sudah sejak lama memiliki aneka fungsi pada setiap bagian tanamannya yang bernilai jual dan bernilai ekonomi tinggi mulai dari akar, batang,  dau, daun muda, bunga dan buah. Ketiganya masuk jenis Palmae , atau keluarga palm. Mengapa saya tak memilih palm? Karena hanya sebagai hiasan saja, atau sekedar mneghasilkan efek hijau semata, tak bisa menghasilkan produk yang bernilai ekonomis. Kenapa bukan Kurma ? Kurma bukan tanaman asli daerah tropis , sehingga lebih baik vegetasi alamiah yang sesuai kondisi negara kita . Palm, Pinang dan kelapa dalam jumlah banyak jika dimanfaatkan secara maksimal juga bisa meningkatkan kesejahteraan warga. Misalnya lahan di kota Baru adalah milik pemerintah daerah, pemeliharaan tanaman-tanaman ini dikoordinasi oleh dinas terkait dengan memberdayakan penduduk , memanen hasilnya , mengolah dan memasarkan . Akar tanaman untuk obat, sabut aren untuk perkakas, bunga aren dan kelapa untu bahan gula merah dan sebagainya. Perlu terobosan besar , misalnya terkiat berita banyaknya kecelekaan penderes nira , maka bisa difasilitasi oleh pemerintah daerah dengan menyediakan mobil yang dilengkapi tangga dan memebatu proses memanen kelapa atau menyadap nira . Saya yakin pengelolaan tanaman budidaya seperti ini akan berdampak positif baik bagi pemasukan daerah dan peningkatan ekonomi warga yang terlibat baik secara langsung atau tidak langsung dengan aktivitas pemanfaatan tanaman di hutan kota ini.

 

Lokasi pusat kota baru dimana ya ?

Simak gambar berikut ini.

 


 

 

 

Mempertimbangakan point satu dan dua pada awal tulisan ini , adalah pemusatan area pusat perkantoran dan pusat keramaian kota baru dalam satu area Kawasan . Hal ini bisa meminimalisir dampak akibat kepadatan lalu linta sjalur selatan jawa dan seklaigus memuliki akses yang cukup mudah dari berbagai arah.  Jika mmebuat pusat kota bar uke arah utara ( Jambu/ Cikakak  dan sekitarnya ) diminan perbukitan, semkain ke utara semakin tinggi dan cenderung berkembangn menjadi daerah penopang kegiatan industri. Pemusatan kea rah selatan seperti Pengadegan, Rawaheng juga kurang cocok karena cenderung belum berkembang merata baik secra keramaian maupun karen ajauh dari fasilitas publik ( terminal, pasar, akses Pendidikan). 

Maka perluasan kota baru Wangon akan berkembang kearah timur, mungkin suatu saat nanti nyambung sampai Jatilawang .

 

 


Tapi, itu mungkin butuh proses yang cukup lama, untuk saat ini atau dalam jangka pendek, perluasan bisa sampai Desa Tinggarjaya sisi barat atau dikenal dengan grumbul Kutawinangun. Dan ini yang cukup menarik, mengapa sebuah desa memiliki arti kota yang terbangun atau kota yang dibangun? ( arti kata Kutawinangun) , seperti ulasan pada gambar pertama di atas , tanya jawab saya dengan warga lokal penduduk Tinggarjaya , bahw ahal-hal diatas yaitu peluang perluasan kota Wangon hingga desa Tinggarjaya bukanlah hal yang mustahil. Dalam hal ini tak mempengaruhi administrasi pemerintahan desa setempat, tapi sebatas fungsi aera untu pelayanan publik saja , seperti pusat olah raga dan sebagainya.

Mengingat judul dari tulisan ini : Kota Baru Wangon , Sebaiknya Berkonsep Hijau dan Memiliki Ciri Khas /  Brand yang kuat , mungkin, bisa saja nantinya Wangon dikenal sebagai Kota Hijau, Kota Kelapa , Kota Aren, Kota Pinang . Bentuk fisik dari kota ini mudah kenal orang, memiliki imej yang kuat  dan memiliki daya Tarik tersendiri. Namun, area sawah dipinggiran kota diluar Kota baru ini harus dipertahankan dan dilindungi, karena yang dibangun adalah sebatas zona kuning atau pun bagian dari area kota baru. Maka kedepan pembangun pusat permukiman sebaiknya mengutamakan pembnaguna secara vertikal atau hunian vertikal, seperti rumah susun misalnya . 

Tulisan ini hanyalah ide saya ,  tulisan ini mengajak kita berpikir akan seperti apa kedepannya , khususnya terkait topik Kota Wangon di masa depan.


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...