Selamat Kepada Calon Kepala Daerah Banyumas

Tampilkan postingan dengan label TOL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOL. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Agustus 2018

Info Terbaru Usulan Jalan Tol Pejagan Wangon

Diusulkan Jalan Tol Tembus Banyumas Barat

 02 MAR 2018 :
Pemkab Banyumas tengah berupaya agar rencana pembangunan jalan tol Pejagan-Brebes bisa tembus sampai ke wilayah Banyumas bagian barat. Hal tersebut dianggap penting, untuk mengantisipasi kebutuhan transportasi angkutan barang bermuatan berat di jalur selatan.


Kepala Bagian Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Litbang Pemkab Banyumas, Dedy Nurhasan mengatakan, saat ini pihaknya tengah berusaha mensinkronkan rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan jalur pantura dengan jalur selatan. Jalan tol ini nantinya akan menghubungkan tol Pejagan-Brebes dengan rancangan tol Bandung-Yogyakarta melalui Cilacap.



?Kita berupaya agar pembangunan jalan tol ini nantinya bisa masuk ke Banyumas bagian barat dan sekarang sudah masuk tahap penyiapan tata ruang wilayah, termasuk revisi Perda RTRW,? terangnya, Jumat (2/3).



Dedy menjelaskan, Banyumas mengusulkan agar tol Pejagan bisa tembus ke wilayah Pekuncen-Ajibarang. Setelah itu tersambung ke rencana pembangunan tol Bandung-Yogyakarta, melalui Cilacap. Menurut Dedy, Pemkab Cilacap juga sudah mengusulkan hal yang sama.



Rancangan dari konsultan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), tol Pejagan-Brebes tembus ke Cilacap, melalui wilayah Cilacap bagian barat. Namun, mengingat wilayah Banyumas cukup strategis, maka diusulkan agar bisa mengarah juga ke Banyumas bagian barat.



Revisi Perda



Sementara itu, terkait revisi perda RTRW, sudah dilakukan pengkajian sejak tahun lalu. Rencana peninjauan kembali (PK), sudah di setujui bupati, karena dinilai banyak hal yang harus disesuaikan dan diselaraskan dengan kondisi terkini. Setelah kajian Pk selesai, kata Dedy, akan dimintakan persetujuan gubernur dan baru dimasukan ke DPRD.



?Kita berharap, raperda bisa diusulkan dan masuk dalam pembahasan DPRD pada masa sidang ketiga tahun 2018 ini, yaitu sekitar bulan Agustus-Oktober,? kata Dedy.
http://www.wawasan.co/home/detail/2865/Diusulkan-Jalan-Tol-Tembus-Banyumas-Barat

Bupati usulkan rencana Tol Pejagan-Wangon segera ditenderkan

 24 Januari 2018
Bupati Banyumas Achmad Husein mengusulkan pembangunan jalan tol dari Pejagan, Kabupaten Brebes, menuju Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, segera ditenderkan sehingga proyek tersebut dapat secepatnya terealisasi.


"Bahkan, usulan tersebut telah saya sampaikan ke pemerintah sejak empat tahun lalu, tapi sudah masuk, sekarang sedang mencari investornya karena tidak dibiayai APBN," katanya di Purwokerto, Banyumas, Rabu.



Ia mengatakan kehadiran jalan tol Pejagan-Wangon sangat dibutuhkan karena kondisi ruas jalan Ajibarang-Brebes sudah tidak mampu menampung volume kendaraan yang cukup tinggi.



Dalam hal ini, kata dia, hampir setiap sore hari terjadi kemacetan di ruas jalan penghubung jalur selatan dan jalur tengah dengan jalur pantai utara Jateng tersebut.



"Dari sini (Purwokerto) ke Pejagan tiga jam. Kalau ada jalan tol kan cuma satu jam, sehingga bisa menghemat dua jam," katanya.
https://jateng.antaranews.com/berita/188378/bupati-usulkan-rencana-tol-pejagan-wangon-segera-ditenderkan

Selasa, 14 Februari 2017

Wangon The Gate of Banyumas Raya ( Calon Persilangan Jalan TOL)


 Wangon The Gate of Banyumas Raya sangat tepat disematkan kepada Kecamatan Wangon jika nantinya persilangan Jalan TOL penghubung Pantura dan selatan serta Bandung dan Jogja.


Jasa Marga Usulkan 10 Ruas Tol Baru Senilai Rp120 Triliun




PT Jasa Marga Tbk mengajukan usulan ke pemerintah untuk memprakarsai pembangunan 10 ruas tol baru senilai Rp120 triliun.
tirto.id - Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga Tbk, Hasanudin menyatakan perusahaannya telah mengajukan usulan ke pemerintah untuk memprakarsai pembangunan 10 ruas tol baru. Rencananya, pembangunan 10 ruas tol baru itu akan menelan biaya investasi mencapai Rp120 triliun.

Apabila pemerintah menyetujui usulan Jasa Marga itu, pengerjaan 10 ruas tol baru tersebut akan berlangsung pada 5-10 tahun ke depan. Sepuluh ruas tol baru itu di luar ruas yang sudah ada.

"Target kami, hingga 2019, konsesi sudah mencapai 2000 km dan tol terbangun 1000 kilometer," kata Hasanudin, seperti dikutip Antara, pada Selasa (31/1/2017).

Dia menjelaskan 10 ruas tol baru tersebut memiliki jalur yang melintasi kawasan sekitar DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Antara lain, setelah Jakarta Elevated I dan II, nanti akan disambung terus ke bawah ketemu Jakarta-Cikampek (Japek selatan) sekitar 40-50 kilometer, dan sambung terus jadi Cipularang II sampai ke Bandung. Jadi, Cipularang II ini selain tambahan kapasitas juga jalan keluar jika di Cipularang I ada gangguan," kata Hasanudin.

Setelah itu, dia menambahkan, ruas Cipularang II akan diteruskan lagi untuk disambung dengan tol baru ke arah Bandung Utara. Lalu, juga akan dibangun tol baru untuk akses ke Patimban dan Pelabuhan Cirebon baru ke arah Tol Cipali.

"(Jasa Marga) juga ingin bangun tol Trans Jawa di sebelah utara, Demak-Surabaya dan sisi selatan Cileunyi-Garut-Tasikmalaya-Cilacap sekitar 235 kilometer. Selanjutnya (jalur) Cilacap-Yogyakarta hingga Solo, biar orang lain (perusahaan lain) saja," kata Hasanudin.

Selain ruas-ruas tol baru tadi, Jasa Marga juga berminat membangun penghubung trans Jawa utara dan selatan, yakni tol untuk jalur Tegal menuju Cilacap.

"Semua ruas itu, pra studi kelayakannya sudah dilakukan," kata dia.

Menurut Hasanudin Jasa Marga berencana menggandeng pihak swasta asing dan dalam negeri untuk pengerjaan 10 ruas tol baru tersebut.

"Contohnya untuk ruas Cileunyi-Garut-Tasikmalaya-Cilacap akan menggandeng BUMN tol Malaysia," kata dia.

Sementara itu, menurut Direktur Jendral Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Arie Setiadi Moerwanto, di masa belakangan memang banyak perusahaan swasta dan BUMN mengusulkan pembangunan proyek-proyek prakarsa tol baru di Indonesia.

Terutama sekali, kata Arie, jalur tol baru di sekitar kawasan Jabodetabek, Bandung ke utara dan daerah-daerah lain di Pulau Jawa serta Bali.

"Ya banyak. Mereka umumnya menginginkan proyek kerja sama di luar proyek yang diajukan pemerintah (unsolicited project) ," kata Arie di sela Seminar Ekonomic Outlook 2017 di Jakarta, pada hari ini Jasa Marga Usulkan 10 Ruas Tol Baru Senilai Rp120 Triliun

Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga Tbk, Hasanudin menyatakan perusahaannya telah mengajukan usulan ke pemerintah untuk memprakarsai pembangunan 10 ruas tol baru. Rencananya, pembangunan 10 ruas tol baru itu akan menelan biaya investasi mencapai Rp120 triliun.

Apabila pemerintah menyetujui usulan Jasa Marga itu, pengerjaan 10 ruas tol baru tersebut akan berlangsung pada 5-10 tahun ke depan. Sepuluh ruas tol baru itu di luar ruas yang sudah ada.

"Target kami, hingga 2019, konsesi sudah mencapai 2000 km dan tol terbangun 1000 kilometer," kata Hasanudin, seperti dikutip Antara, pada Selasa (31/1/2017).

Dia menjelaskan 10 ruas tol baru tersebut memiliki jalur yang melintasi kawasan sekitar DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Antara lain, setelah Jakarta Elevated I dan II, nanti akan disambung terus ke bawah ketemu Jakarta-Cikampek (Japek selatan) sekitar 40-50 kilometer, dan sambung terus jadi Cipularang II sampai ke Bandung. Jadi, Cipularang II ini selain tambahan kapasitas juga jalan keluar jika di Cipularang I ada gangguan," kata Hasanudin.

Setelah itu, dia menambahkan, ruas Cipularang II akan diteruskan lagi untuk disambung dengan tol baru ke arah Bandung Utara. Lalu, juga akan dibangun tol baru untuk akses ke Patimban dan Pelabuhan Cirebon baru ke arah Tol Cipali.

"(Jasa Marga) juga ingin bangun tol Trans Jawa di sebelah utara, Demak-Surabaya dan sisi selatan Cileunyi-Garut-Tasikmalaya-Cilacap sekitar 235 kilometer. Selanjutnya (jalur) Cilacap-Yogyakarta hingga Solo, biar orang lain (perusahaan lain) saja," kata Hasanudin.

Selain ruas-ruas tol baru tadi, Jasa Marga juga berminat membangun penghubung trans Jawa utara dan selatan, yakni tol untuk jalur Tegal menuju Cilacap.

"Semua ruas itu, pra studi kelayakannya sudah dilakukan," kata dia.

Menurut Hasanudin Jasa Marga berencana menggandeng pihak swasta asing dan dalam negeri untuk pengerjaan 10 ruas tol baru tersebut.

"Contohnya untuk ruas Cileunyi-Garut-Tasikmalaya-Cilacap akan menggandeng BUMN tol Malaysia," kata dia.

Sementara itu, menurut Direktur Jendral Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Arie Setiadi Moerwanto, di masa belakangan memang banyak perusahaan swasta dan BUMN mengusulkan pembangunan proyek-proyek prakarsa tol baru di Indonesia.

Terutama sekali, kata Arie, jalur tol baru di sekitar kawasan Jabodetabek, Bandung ke utara dan daerah-daerah lain di Pulau Jawa serta Bali.

"Ya banyak. Mereka umumnya menginginkan proyek kerja sama di luar proyek yang diajukan pemerintah (unsolicited project) ," kata Arie di sela Seminar Ekonomic Outlook 2017 di Jakarta, pada hari ini.

Ia menambahkan, “Prinsipnya pemerintah tetap transparan. Nanti ada lelangnya dengan hak khusus kepada pemrakarsa."


sumber (tirto.id)
Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan Tol


Jakarta - Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.

"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).

Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternatif pengguna jalan yang selama ini mengandalkan jalan tol di sisi Utara Pulau Jawa untuk menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Keberadaan tol di sisi Selatan Pulau Jawa, kata Herry, tergolong sangat penting karena banyak pusat-pusat ekonomi di Selatan Jawa yang kurang terlayani maksimal lantaran tidak tersedia jalan tol.

"Data kami, 60-80 ribu kendaraan perhari lewat jalan tol Cileunyi. Dari situ, kelihatan, ternyata banyak yang keluar ke arah bawah (sisi selatan), khususnya yang kendaraan besar untuk angkutan barang," kata dia.

Untuk itu, diharapkan, keberadaan jalan tol di sisi Selatan Jawa bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di berbagai kawasan yang dilintasi jalan tol.


"Sekarang pasti banyak yang bilang, ngapain bangun jalan tol di Selatan, jalannya masih cukup. Tapi kita berpikir 5-10 tahun ke depan. Jangan seperti sekarang, contohnya Jorr W 2, baru selesai dibangun langsung sudah macet. Itu karena lalulintasnya sudah terlanjur padat. Jadi kita jangan bikin jalan tol menunggu macet," tandas dia.


sumber detikFinance

Senin, 30 Januari 2017

Rencana Jalan TOL Cilacap - Wangon - (Jogja - Bandung-Pejagan)

Memang judulnya adalah Jalan Tol Cilacap Jogja ( perkembangan informasi terbaru juga rencana Tol  ke Bandung dan Pejagan ) , tapi berdasarkan info terbaru yang dihimpun oleh sumber Detik.com ternyata calon rutenya tetap harus lewat Wangon, artinya Tol ke Cilacap ternyata mengantong , Cilacap menjadi salah satu tujuan rute Tol ini, karena posisi daerahnya buntu .
Peta terbaru menunjukkan beberapa lokasi yang kemungkinan akan dibangun jalan Tol ditandai dengan titik berwarna kuning.
Dengan demikian persilangan rute TOL kemungkinan besar tetap akan dibangun di Wangon. Tulisan ini berdasarkan peta keluaran atau redaksi  yang ada saat ini dan akan terus di edit jika ada perubahan informasi .







Senin, 05 September 2016

Tol Dorong Kemajuan Banyumas




BANYUMAS – Infrastruktur transportasi berupa jalan tol potensial untuk mendorong kemajuan ekonomi dan sosial budaya di Banyumas. Apalagi dengan perkembangan Banyumas pesat di masa mendatang, permasalahan transportasi dan tata ruang merupakan masalah yang tak bisa terelakan.

Hal itu disampaikan oleh Bendahara Pengurus Pusat Ikatan Sarjana NU (ISNU), Ifan Haryanto, dalam diskusi Komunitas NU Banyumas, di Purwokerto, Kamis (1/9) pekan lalu. Ifan melihat Banyumas punya segudang potensi ekonomi yang bisa dikembangkan mulai dari perdagangan, pariwisata hingga jasa.

“Dari tiga potensi utama, ada banyak varian turunan ekonomis-bisnis yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Aksesabilitas, infrastruktur disebut jadi salah satu penyebab kendala, makanya perlu ditangani sejak sekarang,” katanya.

Dia mendorong gerakan masyarakat sipil termasuk komunitas Nahdlatul Ulama di Banyumas untuk memajukan infrastruktur, tata ruang dan kota. Kebijakan tata kota wilayah yang bersifat dinamis, progresif dan menyeluruh dibutuhkan untuk mendukung terangkatnya berbagai potensi ekonomi di Banyumas.

Akses Infrastruktur

“Selama akses infrastruktur belum mendukung, saya pikir selamanya Banyumas akan begini saja. Misalnya, kita butuh akses tol. Kenapa (tol) setelah sampai Brebes terus ke Pemalang-Pekalongan (Trans Jawa), bukan Banyumas?” tandas Ifan yang sekarang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bogor.

Pakar planologi dan tata ruang yang telah mengerjakan land mark, ikon kota, hingga detail enginering design (DED) tata kota di Indonesia ini mengatakan untuk eksplorasi wilayah Banyumas, sangat diperlukan rekayasa wilayah atau konsep tata ruang kota yang visioner. Banyumas yang empumyai kawasan seperti Baturaden, bisa dikembangkan sebagai sentra ekonomi wisata seperti wilayah Kawasan Batu, Malang, Jawa Timur.

“Misalnya, kalau Purwokerto sudah krodit pindahkan saja perkantoran (termasuk bupati) ke Kalibagor atau Gunung Tugel. Kita konsep yang bagus, visioner dan kajian yang mendalam. Soal anggaran, pasti ada jangan bingung,” kata alumnus SMAN 2 Purwokerto tersebut.

Menanggapi pemaparan dari Ifan, Sekretaris MUI Banyumas, Ridwan membenarkan sebagai entitas besar di Banyumas, NU mempunyai peranan yang cukup besar. Dengan keberadaan kader NU yang berada ‘di mana-mana’ baik di lingkungan birokrasi, akademisi, pengusaha dan sebagainya NU punya kontribusi besar untuk mendorong ke arah perubahan Banyumas yang lebih baik. Dia memaparkan, potensi besar warga NU Banyumas di bidang ekonomi.

Melalui lembaga amil zakat infak dan sedekah ini melakukan sejumlah terobosan antara lain melalui program unggulan NU Smart, NU Preneur, dan NU Care. “NU itu besar. Kalau bersatu dan besar, pasti menjadi berkah bagi banyak orang.

Melalui Komunitas NU Banyumas yang dimulai dari jejaring media sosial ini diharapkan menjadi awal langkah yang lebih konkret dan nyata. Apalagi anggota dari komunitas yang ada ini juga berasal berasal dari beragam latar belakang keilmuan dan profesi, struktural dan kultural menjadi satu,” jelasnya.
http://berita.suaramerdeka.com/smcet...juan-banyumas/

Selasa, 12 Juli 2016

Renungan Tentang Jalan TOL

" Lihat Mereka berjalan menuju kota tanpa bisa menikmati indahnya pemandangan alam rute berkelok , itu rute lurus pemangkas jarak, itulah Jalan TOL " percakapan Lightning McQueen & Sally Carrera
Indahnya pemandangan rute berkelok Lumbir, Nagrek, Malangbong dan lainnya tak akan dirasakan pengguna TOL, nasibnya semoga ga seapes Radiator Springs sebelum dipromosikan McQueen. Renungan sebelum TOL Trans Jawa Rute Selatan dibangun. Alam & masyarakat kita punya apa? kelola & promosikan. Itu aset kita, Perubahan itu pasti menghampiri , jangan terlena dengan status quo, songsong perubahan itu dengan sikap kreatif .

Sinopsis film Cars ini adalah sebagai berikut. Ada sebuah kota yang dahulunya sangat ramai di jalan lintas antar kota bernama Radiator Springs, kota ini juga memiliki pemandangan yang sangat indah. sehingga menjadi favorit untuk persinggahan. Nmaun seiring perkembangan zaman, masyarakat ingin perjalanan bebas hambatan agar cepat sampai tujuan, maka dibangunlah jalan Tol sehingga sejak saat itu kota Radiator Springs menjadi sepi karena tidak ada mobil yang lewat dan singgah. selama bertahun tahun, menjadi kota yang terasing bahkan terhapus dari peta karena namanya dilupakan orang. Kehadiran Lighting McQueen secara tak sengaja yang akhirnya menyadari kondisi ini, menocba ikut mempromosikan kembali kota ini dengan segala potensi yang ada. Itulah cerita ringkas salah satu film favorit saya. Tentu saja ada dampak bagi suatu daerah jika wilayahnya dibangun Jalan TOL. Ada penurunan kesejahteraan atau tingkat pendapatan masyarakat terutama kalangan UMKM yang mengadu nasib dengan membuka usaha di jalan raya antar daerah ( jalur lintas) yang sehari-hari bisa mendapat banyak pelanggan tentu menjadi menurun drastis karena tidak ada lagi kendaraan yang lewat dan mampir. Hal seperti ini harus menjadi perhatian dan diantisipasi oleh masyarakat dan Pemda Banyumas agar jika suatu saat dibangun Jalan TOL tidak larut atau tergerus oleh perkembangan zaman itu sendiri. Banyumas jangan sampai menjadi penonton mobil-mobil yang lewat, melainkan mencoba membujuk mereka agar berkeinginan kuat mau mampir dan terus mengulainginya lagi , menjadikan wilayah Banyumas sebagai daerah yang layak dikunjungi setiap saat. Untuk itu, aset aset kabupaten Banyumas berupa kekayaan alam / keindahan alam, kearifan lokal masyarakat, serta berbagai produk budi daya rakyat harus dipotimalkan untuk modal menarik wisatawan. Terutama sektor pariwisata banyak sekali belum dikelola secara maksimal, ini harus segera dilakukan pembenahan. Antara lain membuat Rest area yang menyajikan produk-produk khas dari Banyumas, terutama di area yang terkover Jalur Lintas dan jalur Wisata, Konsep Pratista harsa begaiknya dibangun di dekat lokasi wisata, adanya integrasi semua objek wisata secara akomodasi, pengelolaan tiket, promosi dan melibatkan masyarakat lokal. Semoga jika suatu saat nanti Jalan TOL Tegal Cilacap yang melewati kawasan ajibarang Wangon , serta Cilenyi Jogja yang juga melewati Wangon akhirnya dibangun, maka Kabupaten Banyumas telah siap menampung arus wisatawan yang masuk, tidak hanya mengandalkan Baturaden yang stagnan karena wisatawan cenderung menginginkan suasana baru dan sarana refresing yang berbeda.  

Rabu, 29 Juni 2016

Rencana pembangunan jalan TOL Di Eks Karesidenan Banyumas


Peta di atas adalah rute Jalan TOL Trans Jawa dan memang sebagian akan ada yang melewati kawasan eks Karesidenan Banyumas , sumber Antara. Melengkapi Topik sebelumnya yaitu Rencana TOL Tegal - Cilacap dan TOL Ajibarang Wangon. Kawasan yang nantinya dilewati TOL ini diharapkan bisa berkembang pesat termasuk bagi Purwokerto yang tidak dilewati langsung.



Proyeksi rencana Jalan Tol berdasarkan pidato Bupati Banyumas saat peresmian kantor Otoritas Jasa Keuangan Purwokerto




Kamis, 04 Februari 2016

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info : 
Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap

img-20170110-wa0000.jpg


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

  •  Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap
  •  Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap




update info berita ini
Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB

Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan Tol

Dana Aditiasari - detikFinance
Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.

"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).

Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternatif pengguna jalan yang selama ini mengandalkan jalan tol di sisi Utara Pulau Jawa untuk menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Keberadaan tol di sisi Selatan Pulau Jawa, kata Herry, tergolong sangat penting karena banyak pusat-pusat ekonomi di Selatan Jawa yang kurang terlayani maksimal lantaran tidak tersedia jalan tol.

"Data kami, 60-80 ribu kendaraan perhari lewat jalan tol Cileunyi. Dari situ, kelihatan, ternyata banyak yang keluar ke arah bawah (sisi selatan), khususnya yang kendaraan besar untuk angkutan barang," kata dia.

Untuk itu, diharapkan, keberadaan jalan tol di sisi Selatan Jawa bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di berbagai kawasan yang dilintasi jalan tol.

"Sekarang pasti banyak yang bilang, ngapain bangun jalan tol di Selatan, jalannya masih cukup. Tapi kita berpikir 5-10 tahun ke depan. Jangan seperti sekarang, contohnya Jorr W 2, baru selesai dibangun langsung sudah macet. Itu karena lalulintasnya sudah terlanjur padat. Jadi kita jangan bikin jalan tol menunggu macet," tandas dia.




berita lawas saya posting tanggal 04/02/2016

Jalan TOL Tegal Cilacap sudah masuk usulan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat sejumlah usulan pembangunan program jalan tol baru, yang masuk melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Berikutnya adalah Tegal-Cilacap dan Batas Jawa Tengah-Cilacap-Yogya-Solo. Saat ini belum ada spesifikasi rinci tentang jalan tol yang akan dibangun di Jawa Tengah tersebut. "Tapi usulannya sudah masuk daftar kami," pungkas dia. [ m.detik.com]


Bisnis.com, JAKARTA—Badan Pengatur Jalan Tol (BPT) tengah mengkaji enam ruas tol yang diprakarsai sejumlah badan usaha pada tahun ini, yang jika dinilai layak akan mendapatkan persetujuan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk dilanjutkan ke tahap lelang. 

Keenam ruas tersebut yakni Jakarta-Cikampek II, Jakarta Elevated, Semanan-Balaraja, Kamal-Teluk Naga-Balaraja , Tegal-Cilacap dan Batas Jawa Tengah-Cilacap-Yogya-Solo. Dari keenam ruas tersebut, baru proyek Jakarta-Cikampek II usulan Jasa Marga yang disetujui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengungkapkan, setelah memberikan persetujuan kepada proyek Jakarta—Cikampek II, kini pihaknya tengah menyelesaikan kajian terhadap proyek Jakarta elevated yang juga diusulkan oleh emiten berkode JSMR tersebut. 


Sementara itu, investor asal Malaysia United Engineers Malaysia (UEM) Berhad juga telah menyampaikan minatnya untuk memprakarsai tol Tegal-Cilacap-Jawa Tengah dan Batas Jawa Tengah-Cilacap-Jogja. Namun, investor yang memiliki konsesi ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) ini belum menyerahkan proposal dan studi kelayakan. 

Ada 2 versi rute jalan setelah Cilacap. pertama versi berita pak Bupati Husein saat di OJK yaitu setelah Cilacap akan melewati Buntu, Sumpiuh dan Purworejo . sedangkan versi lain rutenya lewat Jalur Selatan Selatan. untuk sementara diambil kesimpulan sebagian melewati Rute Selatan dan Selatan Selatan. Maka Rute yang dilewati meliputi Ajibarang Wangon Jeruklegi Cilacap ( kemungkinan hanya sampai Slarang yang secara RTRW sudah masuk perkotaan Cilacap) lalu lewat Jalur selatan selatan: Adipala, Kroya , Buntu , Sumpiuh .

Informasi dari sumber lain  




Ini Usulan Jalan Tol Baru yang Disetujui Pemerintah




KOMPAS.com — Terbuka kesempatan bagi investor swasta untuk ikut membangun infrastruktur jalan tol. Investor swasta juga diperbolehkan untuk memberi usulan atau kajian. Sementara itu, kepemilikan tanahnya tetap dikuasai pemerintah.

Ada beberapa usulan investor yang disetujui Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR). Usulan tersebut adalah Jalan Tol Cileunyi-Tasikmalaya, Jatiasih-Cikampek 2, Cilacap-Tegal, Balaraja-Semanan, dan Serang-Panimbang menuju Tanjung Lesung.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hediyanto W Husaini mengatakan, khusus Tol Cikampek 2 sudah diusulkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk ditambah dengan pengembangan jalan layang (elevated road) di atas tol.

"Cikampek sendiri sekarang sudah macet. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mau membangun jalan layang di atas jalan tol yang sudah ada. Selain itu, ada pula investor yang mau membuat jalan baru karena ada kawasan-kawasan baru," kata Hediyanto kepada Kompas.com, pekan lalu.

Namun, tambah dia, usul jalan layang punya kelemahan, yaitu tidak melewati kawasan karena hanya lewat di atasnya. Saat ini, proposalelevated road Cikampek sudah disetujui sehingga Jasa Marga tinggal membuat kajiannya. 

Pemerintah akan menawar tarif tolnya dan mengundang investor lain jika ada yang mau membangun dengan penetapan tarif lebih murah. 

Selain ruas Tol Cikampek 2, Serang-Panimbang juga telah disetujui pengajuannya. "Serang-Paningbang juga sudah karena investor punya kawasan di ujung kawasan wisata," kata Hediyanto. 

Ia menambahkan, alasan pemerintah menyetujui usulan-usulan tol tersebut adalah karena rute, lalu lintas, dan tarif tolnya layak secara bisnis dan tidak memberatkan pengguna jalan. Selain itu, jika kalkulasinya masuk akal, pemerintah akan mengizinkan.

Jika tidak, dikhawatirkan investor hanya mengambil keuntungan saja, tetapi tidak mau mengerjakan tolnya. 

"Makanya, kita kasih batas, Anda (investor) harus kerjakan dalam lima tahun. Kalau tidak, kita cabut lagi," kata Hediyanto.















Senin, 09 November 2015

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.


Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.

Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 

Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur Selatan yang notabene secara Lebar dan kulaitas jalan tidak dirancang untuk dilewati kendaraan seperti pantura. 

 Bupati Banyumas Ir Achmad Husein pernah melontarkan pembangunan jalan tol dalam sebuah forum resmi di awal 2015 lalu. Saat memberi sambutan dalam acara Pertemuan Tahunan Pelaku Jasa Industri Keuangan yang diadakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto pada 24 Februari 2015 di Hotel Aston, Bupati Banyumas mengatakan, pada 2018 akan membuat jalan tol yang menghubungkan Banyumas dengan Ibu Kota Jakarta dan kota-kota besar di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kata Bupati Husein, jalan tol Pejagan-Banyumas-Yogyakarta ini akan menembus Prembun, Bumiayu, Wangon dan Cilacap hingga langsung melewati Tasikmalaya dan Bandung dalam waktu yang lebih pendek.

Tol Patut Dipertimbangkan

MENGHADAPI permasalahan transportasi di wilayah Banyumas yang semakin kompleks, wakil rakyat dari Banyumas terus mendorong terbitnya kebijakan-kebijakan pemerintah yang pro rakyat dan kemajuan wilayah. Terkait permasalahan kepadatan dan kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di jalur selatan, yaitu jalan provinsi dan nasional, pihaknya mendorong kepada pemerintah pusat dan provinsi untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut segera. Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi C DPRD Banyumas, Samsudin.
Dia mengakui jika kondisi jalan dan jembatan di jalur selatan memang sudah layak untuk dibenahi, dilebarkan, dan ditingkatkan. Soalnya jalur selatan untuk momen tertentu dan beberapa tahun mendatang sudah tak lagi representatif untuk menghadapi pertambahan volume kendaraan yang melintas. ”Mulai dari Wangon-Ajibarang-Bumiayu kendaraan yang melintas saat ini memang sudah sangat padat. Pertumbuhan kendaraan bermotor sangat cepat. Mau tidak mau harus diimbangi dengan infrastruktur jalan yang memadai terutama pelebaran jalan,” jelas wakil rakyat asal Cikawung, Pekuncen, Banyumas itu.
Karena itu, sebagai wakil rakyat dia mendorong agar pemerintah provinsi dan pusat untuk bisa merealisasikan hal itu. Selain pelebaran jalan, wacana tol di jalur selatan patut dipertimbangkan. Apalagi dari Jakarta sampai Brebes telah ada jalan tol baru. Memperhatikan hal itu, dia berpendapat bahwa jalan tol di selatan Jateng khususnya mulai dari Brebes hingga Banyumas sudah saatnya direalisasikan. Hal itu penting untuk mengurai jumlah kendaraan dari arah Brebes atau menuju ke Brebes.


Mengapa Jalan TOL perlu dibangun di jalur Ajibarang Wangon ?




 

Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...